Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Terapi Posisi Tidur yang Baik untuk Kalangan Penderita Skoliosis Tulang Belakang

Pernahkah anda ketika bangun tidur merasakan sakit dibagian tulang leher atau bahu anda ? Jika, ya itu berarti posisi tidur menentukan faktor pemicu rasa sakit tersebut. Hal itu dirasakan sama terutama  ketika dibutuhkan terapi posisi tidur yang baik untuk kalangan penderita skoliosis.

Berbicara tentang kondisi skoliosis yang cenderung membutuhkan terapi khusus ketimbang melakukan pengobatan semacamnya. Karena terapi bisa dilakukan sendiri tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun atau kerja sama dengan ahlinya.

Skoliosis bukanlah penyakit melainkan suatu kelainan tulang belakang dan agar bisa menyembuhkannya kembali menjadi normal seperti orang lain yaitu melalui terapi dan kebiatasan yang tepat.

Tulang yang mengalami kelainan itu bisa terjadi karena kebiasaan posisi duduk tidak tepat, kecelakaan atau cedera, berjalan tidak sesuai, terlalu menangkat beban berat, olahraga yang kurang efisien termasuk posisi tidur tidak tepat sehingga kondisi pada tulang berbeda dari yang lain.

Tulang manusia tersusun atas berbagai sendi penghubung sehingga memungkinkan bahwa macam-macam sendi penghubung itu bisa dikembalikan pada posisi awal normal seperti sedia kala.

Terapi yang diperlukan untuk kalangan penderita skoliosis tidak sembarang dikerjakan, sebab jika dilakukan sembarangan tentu berakibat patal kedepannya seperti munculnya cedera tulang belakang dan bisa jadi cacat seumur hidup.

Skoliosis merupakan kelainan tulang yang menyebabkan kurva tulang belakang atau tulang punggung menjadi tidak normal sebagaimana mestinya. Skoliosis dapat terjadi muncul saat sudah tumbuh remaja atau dewasa bahkan bisa jadi pada bayi yang baru lahir.

Skoliosis

Tulang Punggung Bengkok Ke Samping

Skoliosis biasanya diartikan secara medis melengkungnya tulang belakang ke samping secara tidak normal. Penyakit cenderung terjadi pada anak-anak sebelum masa puber dengan kisaran usia 10-15 tahun,namun secara umum akan berlanjut hingga lanjut usia. Anak laki-laki dan anak perempuan mempunyai potensi yang sama terjadinya kelainan tulang skoliosis ringan, akan tetapi anak perempuan lebih rentan mengalami keparahan gejala sehingga memerlukan penanganan yang tepat

Faktor yang paling berpotensi menurut kajian ilmiah para pakar dari kelainan tulang skoliosis diantaranya :

  • Kekurangan asupan nutrisi begitu rendah misalnya kurang magnesium, kalsium, rendah vitamin D dan vitamin K
  • Hipermobility dalam arti adanya kelainan tulang yang lain misalnya tulang dada yang abnormal.
  • Postur tubuh tidak sesuai.
  • Masalah pubertas dan hormonal pertumbuhan pada remaja (misalnya gangguan hormon estrogen, hyperestrogenism).
  • Bagi wanita pasca menopause atau mempunyai tingkat estrogen yang rendah karena estrogen berperan penting dalam membangun kepadatan tulang.
  • Mempunyai berat badan yang rendah (kurus), biasanya orang kurus cenderung mengalami hal ini terutama kalangan gizi buruk dan asupan kalori yang rendah.
  • Kalangan atlet dapat berkontribusi besar mengalami gejala skoliosis terutama yang asupan gizi rendah, sebab kebiasaan atlet adalah latihan sehingga membutuhkan cukup banyak nutrisi untuk menunjang kebugaran jasmani.
  • Menderita kondisi lain berupa penyakit jaringan ikat, nyeri saraf sciatic, prolaps katup mitrium (masalah dengan pembentukan katup jantung), kecenderungan perdarahan, sindrom down, osteoporosis, osteopenia).
  • Mempunyai predisposisi genetik yang mempengaruhi tulang dan kesehatan tulang belakang. Misalnya riwayat penyakit tulang dari keturunan (genetika).

Gejala Skoliosis

Kondisi skoliosis dapat dilihat dari perubahan penampilan dada, pinggul, atau bahu. Berikut ini beberapa yang nampak jelas dan dirasakan atas gejala kelainan skoliosis pada tubuh termasuk cirinya yaitu :

  • Gejala nyeri di punggung terutama akibat melakukan gerakan salah dan kebanyakan kasus melaporkan jika pasien skoliosis selalu mengalami nyeri punggung yang menjadi faktor untuk bisa disembuhkan.
  • Salah satu bagian condong atau miring yang terlihat ke seluruh atau beberapa posisi.
  • Satu pundak lebih tinggi dari pundak (bahu) yang lain.
  • Salah satu pinggul terlihat mengangkat dibanding pinggang sebelahnya.
  • Garis pinggang terlihat tidak rata akan jelas untuk kalangan anak-anak.
  • Kepala mungkin akan terlihat tidak tepat berada letaknya di garis tengah dan panggul.
  • Tulang belakang tampaknya tumbuh ke samping dan berkembang menjadi bentuk huruf “S” atau C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurva berbentuk S cenderung lebih sering memperparah kondisi dibandingkan dengan bentuk kurva C dan kurva terletak di bagian pusat dada bagian tulang belakang memburuk lebih sering daripada kurva di bagian atas atau bawah.
  • Sensasi kesemutan atau mati rasa akut di bagian tungkai jari tangan atau kaki.
  • Kehilangan koordinasi gerak dan keseimbangan menjadi tidak tepat.
  • Menurunkan fungsi volumen paru-paru.
  • Percepatan cakram tulang belakang yang dipercepat.
  • Faktor gejla yang lain dirasakan berupa mental merasa kurang percaya diri berbeda dari orang-orang sekitar

Gejala gejala diatas yang mengakibatkan kelainan tulang skoliosis sebenarnya dapat dikurangi dan disembuhkan seperti semula. Gejala skoliosis itu hanyalah satu dari gejala kelainan tulang yang mesti dilakukan perawatan yang baik.

Kendati pun gejala skoliosis tidak begitu menampakkan gejala serius tetapi perlu adanya perawatan selain melakukan terapi diantaranya dengan mengonsumsi makanan dan suplemen tambahan setiap hari.

Apa saja makanan yang dikhususkan untuk kalangan penderita skolisosis ? Biasakanlah untuk melakukan asupan sebanyak mungkin makanan dan sumber nutrisi dibawah ini dalam diet harian skoliosis antara alain :

  • Makanan yang kaya kandungan serat ini membantu meningkatkan kesehatan usus dan detoksifikasi yang baik sehingga membantu menurunkan kondisi yang dialami.
  • Sayuran segar dan buah-buahan kaya dengan sejumlah vitamin dan nutrisi dibutuhkan misalnya sayuran segar mengandung banyak vitamin sama juga dengan buah-buahan.
  • Bahan rempah-rempah bisa membantu mencegah peradangan di jaringan otot atau tulang, kunyit, jahe, pala, juga teh hijau dan kopi organik dalam jumlah yang sesuai.
  • Makanan probiotik membantu memulihkan kesehatan usus dan mematikan peradangan. Misalnya yoghurt, kombucha, kvass, kefir, atau sayuran organik.
  • Protein yang cukup. Ikan laut, ikan air tawar, telur, daging yang kaya asam lemak omega 3 dan vitamin D nutrisi penting berupa seng, zat besi, selenium dan vitamin B.
  • Kandungan lemak membantu menyeimbangkan hormon dan menurunkan peradangan. Manfaatkan mentega, minyak zaitun, kacang dan biji bijian.
  • Kaldu tulang mengandung banyak kolagen yang membantu menjaga kesehatan sendi, plus, membantu melancarkan pencernaan.
  • Vitamin D membantu dalam pertumbuhan, perkembangan dan mempertahankan kepadatan tulang.
  • Magnesium persentase tinggi pasien dengan skoliosis tampaknya mempunyai kekurangan magnesium. Magnsirum sangat perlu untuk kesehatan otot, tulang dan tulang belakang. Tingkat kekurangan magnesium dapat memperburuk kondisi seperti kejang otot, tulang dan tulang belakang atau kontraksi otot, patah tulang dan osteoporosis.
  • Minyak omega 3 dari minyak ikan membantu dalam mencegah peradangan dan membantu proses penyembuhan.
  • Minyak atsiri minyak anti inflamasi seperti minyak nabati yang diaplikasikan secara topikal pada tulang untuk mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan.

Terapi dan Metode yang Tepat Diberikan untuk Kalangan Penderita Skoliosis Tulang

Skoliosis tulang dengan lengkungan dominan pada tulang punggung regio torakal (punggung atas) maka dapat tidur terlentang dengan bantal kepala ditambah dengan bantal tambahan yang tipis di punggung atas (hingga tulang belikat). Apabila anda tidur miring, maka berikan tambahan bantal tipis dibawah rusuk kanan. Lalu tempatkan juga bantal diantara dua paha. Hindari tidur tengkurap.

Skoliosis torakal biasanya dengan tidur telentang memanfatkan bantal standar untuk menyangga kepala, tambahkan gulungan handuk di bawah punggung. Sementara jika tidur miring gunakan bantal standar untuk menyangga kepala, tambahkan lipatan handuk dibawah tulang dada, selipkan bantal diantara kedua kaki.

Posisi tidur untuk tipeskoliosis lumbal biasanya dengan cara tidur telentang gunakan bantal standar untuk menyangga kepala, tambahkan gulungan handuk dibawah leher di atas pundak, tambahkan juga lipatan handuk dibawah punggung bawah.

Tipe skoliosis lumbal dimana lengkung pada tulang punggung regio lumbal (punggung bawah), untuk kasus ini cobalah posisi tidur telentang dengan bantal kepala dan tambahkan bantal tipis pada bagian punggung bawah.

Untuk duduk usahakan untuk tidak bungkuk atau miring ke salah satu sisi. Hindari duduk terlalu lama, jika memang harus makan lakukan peregangan ringan seriap 30 menit.

Itulah pembahasan kali ini tentang pengertian kelainan tulang sklerosis, gejala, dan pencegahan melalui terapi posisi tidur yang baik untuk kalangan penderita skoliosis tulang belakang. Tetapi, mungkin masih banyak lagi terapi-terapi lainnya yang lebih akurat menurut hasil penelitian sejumlah ahli.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.