Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Rupanya Gejala Awal Penyakit Asma Dapat Ditolong Dengan Pengobatan

Pengertian Penyakit Asma Secara Medis

Kesulitan bernapas padahal tidak ada satu pun orang yang menekan dada, atau mencekik bagian leher sehingga teramat sakit sekali untuk dirasakan.

Gejala tersebut diatas sebagai bagian dari penyakit asma, yakni kondisi kesulitan dalam bernapas dan rasa nyeri yang luar biasa secara mendadak atau tanpa sengaja oleh akibat faktor penyebab kondisi tersebut.

Mungkin sebagian orang pun pernah kesulitan dalam bernapas misalnya dalam air untuk kurun waktu sementara, atau bisa juga saat berada di daerah yang pekat sekali dengan polusi asap udara memungkinkan susah dan sesak sekali dalam bernapas.

Asma orang sering menyebutnya dengan sesak napas, karena penyakit asma itu sendiri berasal dari kata Asthma.  Tidak sebatas gejala sesak atau kesulitas bernapas saja dari asma, bisa jadi ada gejala lain termasuk secara umum diantaranya batuk, mengi (bunyi mendesis ketika sesak napas) dan gangguan pernapasan lainnya.

Asma adalah jenis penyakit paru paru obstruktif kronis dengan karakteristik gejala cenderung tiba-tiba (mendadak) sebagai respons terhadap rangsangan yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan saluran udara.

Suatu kondisi asma ditandai oleh rasa sesak sempit di saluran udara terutama saluran hidung, mulut dan laring atau tenggorokan yang menjalur ke organ dalam paru paru.

Kendati pun asma itu penyakit serius dan bisa memicu komplikasi penyakit, namun rupanya gejala awal penyakit asma dapat ditolong dengan pengobatan dan perawatan khusus dari ahlinya.

Dari mulai upaya pengobatan dan terapi gaya hidup sehat bisa membantu mengurangi dan mencegah gejala awal datangnya penyakit asma mendadak.

Penyakit asma adalah jenis penyakit jangka panjang yang boleh dikatakan penyakit kronis, itu artinya penyakit ini memerlukan proses penyembuhan dan pencegahan yang terus menerus dilakukan.

Keluhan penyakit asma bisa dialami oleh semua golongan usia, dari mulai anak-anak, bayi, bahkan kalangan lansia paling dominan.

Bagi seseorang yang mempunyai riwayat penyakit asma, saluran pernapasannya akan lebih sensitif dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai penyakit tersebut.

Saat organ dalam paru paru mengalami iritasi akibat berbagai faktor peradangan maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan menjadikan saluran pernapasan menyempit. Selain itu terjadi peningkatan dahak ke saluran hidung sehingga napas akan semakin sulit sekali.

Faktor Faktor Penyebab Asma (Sesak Napas)

Meskipun faktor pemicu kepastian dari penyakit asma belum diketahui secara gamblang oleh para ahli, akan tetapi beberapa hal berikut kerap kali memicu gejala awal asma diantaranya asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik berlebihan, udara dingin, infeksi virus musiman, bahkan terpapar zat kimia lalu terhirup ke hidung.

Faktor Risiko Terjadinya Penyakit Asma

  • Faktor pertama diakibatkan karena pemakaian antibiotik dan vaksin yang tidak standar prosedur para ahli

Kajian baru baru ini mendapati jika penggunaan vaksin dan antibiotik dapat berdampak negatif pada respon sistem daya tahan tubuh.

Sudah banyak ditemukan bahwa antibiotik dan vaksin mungkin bisa mengganti fungsi kelompok khusus sel darah putih yang disebut limfosit yang tugasnya membantu melindungi tubuh dari infeksi atau virus.

  • Faktor yang kedua lantaran terlalu banyak menghabiskan waktu di lingkungan berpolusi

Fakta membuktikan bahwa orang-orang lebih sering menghabiskan waktu di lingkugan berpolusi misalnya berada di dekat stasiun bus, tempat-tempat peristirahatan kendaraan yang mengeluarkan asap atau kerja di ruangan berudara dingin serta pabrik yang mempunyai cerobong asap besar.

Padahal itu semua bisa menjadikan seseorang rentan mengalami gejala penyakit asma. Oleh karena itu paparan polusi dan alergen yang bisa mengiritasi sangat mengganggu pernapasan.

  • Kalangan obesitas sangat berisiko mengalami sesak napas asma
  • Terjadi gangguan penurunan pada sistem kekebalan tubuh dan kondisi medis lain yang menyebabkan paru-paru dan saluran udara menyempit atau meradang.
  • Faktor genetika (keturunan) yang mana studi mendapatkan riset bahwa asma sering diwariskan dari orang tua kepada keturunannya atau kerabat terdekatnya. Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit asma dan
  • Alergi atopik (kondisi yang berhubungan pada alergi, misalnya alergi makanan dan eksim).
  • Mempunyai anatomi tubuh yang berlainan dalam arti tidak normal sebagaimana postur tubuh orang lain.
  • Mengidap penyakit bronkiolitis atau infeksi paru paru ketika masih anak-anak.
  • Kelahiran premature terutama jika memerlukan ventilator
  • Terpapar asap rokok saat masih kecil (masih kanak-kanak). Pada kasus lain ibu hamil yang merokok risiko anak asma itu mungkin bisa saja terjadi

Gejala Gejala Asma

Saat terjadi gejala awal asma saluran udara seolah-olah lebih sempit tidak ada ruang sama sekali, baik dari luar tubuh atau sebaliknya dari paru paru keluar.

Penderita asma umumnya mengalami gejala gejala ini lebih sering terjadi saat pagi hari dan malam menjelang istirahat. Gejala utama asma meliputi sulit bernapas (terkadang bisa mengalami engap), batuk, dada yang seakan akan di dorong dan mengi (suara mendesis dihasilkan ketika udara mengalir melalui saluran pernapasan yang menyempit).

Terdapat pula gejala lain selain dari sesak napas, batuk dan mengi diantaranya sulit bicara, sukar makan, atau tidak bisa beristirahat dengan tenang akibat sulit bernapas. Bahkan bibir dan jari-jari membiru, denyut jantung meningkat, merasa pusing, lelah serta lemas.

Pengobatan Asma

Upaya dalam pengobatan penyakit asma, dibedakan menjadi 2 yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala agar tidak kambuh lagi. Untuk mendukung tujuan medis inilah, maka dibutuhkan rencana pengobatan dari dokter yang disesuaikan dengan keadaan penderita parah atau masih bisa tertolong.

Rencana pengobatan diantaranya meliputi cara mengenali dan menangani gejala yang makin patal serta jenis obat dan perawatan apa yang mesti dimanfaatkan ketika terjadi asma.

Sangat diperlukan untuk beberapa penderita asma mengenali hal-hal yang bisa menyebabkan asma supaya bisa mencegahnya. Apabila gejala asma terjadi, obat yang biasanya direkomendasikan adalah inhaler pereda.

Biasanya tipe obat untuk asma diberikan melalui alat yang dikenal sebagai inhaler (obat hirup asma) yaitu berupa alat yang bisa mengirimkan udara obat ke dalam saluran pernapasan secara langsung lewat cara menghirupnya melalui mulut.

Inhaler itu dibedakan menjadi dua yaitu inhaler pereda dan inhaler pencegah yang semuanya berada pada penanganan dokter. Menurut peneliti jika inhaler dinilai paling efektif karena alat atau obat ini langsung menuju paru-paru dan bukan pada sistem pencernaan makanan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.