Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Potensi Mendekati Kematian Langsung Akibat Serangan Jantung Mendadak

Bicara soal penyakit jantung sebenarnya sangat banyak, penyakit jantung satu dari beberapa jenis penyakit paling berbahaya dan mematikan. Sampai-sampai orang harus rutin melakukan perawatan dan pengobatan berulang kali untuk pencegahannya.

Penyakit jantung itu bisa saja dialami oleh kaum masih muda dari mulai anak-anak hingga kalangan tingkat lanjut usia, namun yang paling dominan untuk sementara ini adalah bagi kalangan lanjut usia. Sebab kalangan lanjut usia biasanya mengalami penyakit jantung itu karena berbagai faktor dari mulai faktor usia, faktor genetika, faktor lingkungan, faktor makanan, jarang berolahraga, terlalu banyak pikiran, mempunyai riwayat penyakit tertentu atau gaya hidup tidak sehat.

Banyak sekali faktor yang mendasari seseorang mengalami keluhan penyakit jantung dari mulai kebiasaan merokok, ketergantungan minuman beralkohol tinggi, sering konsumsi makanan pemicu kolesterol tinggi sehingga penyumbat suplai pembuluh darah dari dan ke jantung atau bisa saja akibat mempunyai penyakit jantung sebelumnya.

Penyakit jantung dan gejalanya ada yang sedikit berbeda-beda karena itu semua tergantung dari tingkat keparahan penyakit tersebut yang dialami misalnya risiko penyakit serangan jantung akan berbeda dengan orang yang mengalami serangan jantung mendadak.

Walaupun serangan jantung mendadak dan serangan jantung itu berbeda-beda gejalanya tetapi hal yang paling mencolok untuk dibahas kali ini adalah faktor pemicunya . Dimana gejala penyakit jantung itu berbeda-beda tetapi masih dalam ruang lingkup organ yang sama, itu berarti faktor penyebabnya pun akan sama sebab berhubungan dekat sekali dengan jantung.

Berkaitan dengan masalah penyakit jantung yang mana jenis penyakit ini sangat tidak mungkin atau kecil kemungkinan seseorang bisa bertahan hidup salah satunya risiko terkena serangan jantung mendadak. Jika penyakit serangan jantung mendadak ini dialami, maka segera mungkin dilakukan penanganan oleh ahlinya, sebab bagaimana pun juga serangan jantung mendadak tergolong penyakit stadium akhir.

Sebelum mengalami penyakit serangan jantung atau serangan jantung mendadak, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu kondisi jantung bilamana didiagonosa oleh dokter mengalami penyakit jantung antara lain dibedakan menjadi 4 bagian :

  1. Pertama, sehat dapat bekerja berat dan bekerja ringan.
  2. Kedua, dapat bekerja berat dan kalau sudah lelah tidak perlu berhenti melakukan aktivitas, tetapi cukup mengurangi intensitas/beratnya pekerjaan dan kalau sudah merasakan fit dalam satu atau 2 menit intensitas kerja dapat ditingkatkan kembali, begitu seterusnya.
  3. Ketiga, tidak dapat bekerja berat, namun dapat melakukan pekerjaan ringan sehari-hari, jika kelelahan harus segera menghentikan aktivitas dan istirahat satu dua menit, yang baik dengan cara berbaring, tetapi jika sedang berjalan, maka istirahat dapat dilakukan dengan cukup tidak banyak bergerak saja.
  4. Keempat, sudah parah, untuk berjalan beberapa meter saja sudah kepayahan terkadang penderita perlu dipapah.

Nah, itulah yang membedakan bagaimana kondisi dan tingkat keparahan dari seseorang yang mengalami penyakit jantung. Tapi yang perlu diingat jika semua penyakit jantung berakhir dengan keparahan gejala, maka dari itu perlu adanya pembatasan diri untuk tidak melakukan aktivitas yang secara berlebihan atau menyita waktu seharian.

Kembali pada topik terkait mengenai penyakit jantung seperti diuraikan diatas sebelumnya, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih lanjut potensi mendekati kematian langsung akibat serangan jantung mendadak.

Sebenarnya apa perbedaan antara serangan jantung dengan serangan jantung mendadak ? Seberapa besar potensi kematian mendadak jika terjadi serangan jantung mendadak ? Lalu apa sebabnya seseorang bisa mengalami gejala serangan jantung mendadak ?

Secara garis besar penyakit serangan jantung dan serangan jantung mendadak tidak ada perbedaan sama sekali, bahkan keduanya itu bersumber dari organ yang sama.

Bila melihat kosa kata tersebut mungkin sedikit ada pencerahan jika serangan jantung mendadak adalah akibat dari serangan jantung yang selama ini dialami. Sementara serangan jantung adalah permulaan dari kelak terjadinya penyakit serangan jantung mendadak.

Serangan jantung mendadak merupakan kondisi yang tidak terduga sama sekali, tanpa sadar kehilangan fungsi kesehatan jantung dan sistem pernapasan.

Hal demikian itu dikarenakan ada banyak faktor yang mengganggu pada fungsi jantung yang mengakibatkan aliran pemompaan darah bermasalah.

Jika aliran darah dari tubuh terputus lantaran adanya gangguan pempompa darah ke jantung, otomatis serangan jantung mendadak berisiko besar mengancam kelainan berupa cacat (kerusakan) jantung dan kematian langsung.

Perbedaan lain yang didasarkan atas gejalanya bahwa pada kondisi buruk serangan jantung, aliran darah tersumbat di sebagian organ jantung dan melukai otot-otot sekitar organ jantung. Hal ini berdampak pada serangan jantung yang mampu memicu serangan jantung mendadak.

Faktor-faktor yang menjadikan terjadinya serangan jantung mendadak diantaranya sangat beragam terlebih faktor pemicu tersebut bersumber dari organ jantung itu sendiri seperti memiliki penyakit tertentu. Berikut dibawah ini jenis penyakit jantung yang bisa memicu serangan jantung mendadak antara lain :

  • Aritmia jantung

Aritmia jantung (kelainan ritme jantung) yang terjadi akibat gangguan pada pusat pembangkit listrik (sinus node) jantung. Sinus node berfungsi dalam mengatur aliran listrik dalam jantung yang membantu mengontrol ritme dan proses pemompaan.

Apabila terjadi masalah, otomatis ritme jantung menjadi tidak teratur sehingga kemampuan jantung untuk memompa darah juga akan terganggu. Terdapat 2 jenis aritmia yang dapat terjadi :

Fibrilasi ventrikel. Kondisi ini dimana ventrikel (serambi bawah jantung) bergetar berlebihan dan mengganggu ritme jantung. Dengan demikian menyebabkan lemahnya atau bahkan mengakibatkan berhentinya jantung untuk memompa darah, sehingga dapat mengakibatkan kematian mendadak bagi penderitanya.

Fibrilasi atrium. Keadaan tersebut terjadi saat atrium (bilik atas jantung) berhenti memompa darah saat sinus node yang terletak pada atrium kanan tidak mengirim aliran listrik yang mencukupi ke bagian jantung lainnya.

Tidak hanya itu, ada beberapa serangkaian lainnya yang menjadi penyebab serangan jantung mendadak, meliputi :

  • Penyakit jantung koroner,

Jenis penyakit jantng koroner yang sering menjadi pemicu terjadinya serangan jantung mendadak, khususnya bagi penderita diatas usia 35 tahun yang mempunyai masalah jantung. Pada penyakit jantung koroner, aliran darah yang mempunyai masalah jantung akan terhambat, sehingga jantung akan kesulitan untuk menghantarkan aliran listrik.

  • Lemah jantung (kardiomiopati)

Saat otot melebar atau mengalami kelainan, jantung akan melemah dan mengakibatkan seluruh proses pemompaan terganggu.

  • Penyakit sindrom Long QT atau sindorm kondisi atau sindrom kelainan pada aliran listrik jantung ini bisa menjadikan ritme jantung menjadi tidak beraturan.
  • Sindrom Marfan

Penyakit genetik yang menyerang jaringan tubuh ini dapat mengakibatkan beberapa bagian dari jantung tertekan dan melemah.

  • Kelainan sejak lahir.

Kendati kelainan sudah dapat ditangai atau dioeperasi, penderita masih sangat rentang terserang secara mendadak.

Suatu kondisi terjadi pengurangan aliran darah ke jantung secara mendadak sehingga di kenal sebagai serangan jantung mendadak. Beberapa gejala dari gangguan tersebut diantaranya tekanan di dada seperti serangan jantung, sesak saat sedang istirahat atau melakukan aktivitas fisik ringan, keringat berlebihan secara tiba-tiba (diaforesis), mual, muntah, nyeri dibagian tubuh lain seperti lengan kiri atau rahang, dan jantung yang detaknya berhenti mendadak.

Faktor risiko pemicu yang menjadikan selain dari faktor penyakit jantung ada juga dengan dasar alasan berikut ini :

  • Merokok yang tidak henti-hentinya
  • Tekanan darah tinggi karena berkaitan dengan sistem pembuluh darah
  • Obesitas.
  • Mempunyai riwayat keluhan penyakit jantung, baik pribadi atau orang dekat sekitarnya.
  • Sempat konsumsi zat atau pengobatan yang tidak tepat saat sebelum terjadi serangan jantung mendadak atau bisa jadi karena faktor makanan.
  • Kekurangan kalium atau magnesium.
  • Secara umum serangan jantung mendadak lebih sering dialami pada kalangan pria berusia diatas 45 tahun lebih dan wanita diatas usia 55 tahun. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan, jika penyakit serangan jantung mendadak dapat menyerang usia yang masih muda belia.
  • Risiko penyakit jantung mudah sekali untuk wanita yang mengalami masa menopause.
  • Kolesterol tinggi.
  • Diabetes.
  • Komplikasi jantung.
  • Gaya hidup buruk dan lain-lain.

Serangan jantung mendadak adalah kondisi yang sangat serius dan membutuhkan penanganan secepatnya dari tim medis. Kondisi ini terjadi tanpa ada peringatan. Hal tersebut diakibatkan oleh gangguan arus listrik (electrikal impulses) dalam jantung sehingga menghambat aktivitas pemompaan darah dan menghentikan sirukulasi darah dalam tubuh.

Pemicu paling umum akibat serangan jantung mendadak dimana tidak adanya pertolongan pertama atau keterlambatan dalam menolong si penderita dari kondisi tersebut. Maka dari itu, pengetahuan tentang penanganan penyakit jantung secara dini menjadi sangat penting di zaman sekarang.

Diantara salah satu cara pertolongan pertama untuk keluhan pasien serangan jantung mendadak dengan melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru). Menurut perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Jakarta Raya (PERDATIN JAYA) masyarakat perlu memahami pentingnya pengetahuan tentang RJP.

dr Dedi Atila, SpAn dari PERDATIN JAYA  menyatakan bahwa negara-negara maju sudah mempunyai kepedulian yang sangat tinggi mengenai RJP. Pengetahuan tentang RJP pun menjadi hal yang biasa di negaranya.

RJP dari segi medis dibutuhkan dalam mengembalikan kembali fungsi jantung yang terhenti dengan cara melakukan tekanan pada organ jantung. Dengan begitu, jantung akan berfungsi kembali dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh atau sebaliknya sehingga memperkecil angka kematian langsung dari serangan jantung mendadak.

Di rumah sakit, penanganan awal terhadap serangan jantung mendadak dilakukan dengan mempunyai alat yang disebut Automated External Difibrillator (AED) atau alat kejut jantung.

Kalangan yang mengalami serangan jantung mendadak mempunyai fase emas supaya jantungnya itu bisa difungsikan kembali, yaitu sekitar 10 menit pertama. fase pertama adalah 0-3 menit awal dengan alat kejut jantung dimana waktu terbaik dalam melakukan RJP secara dini dengan angka keberhasilan 70.

Setelah itu fase yang kedua adalah 3-10 menit. Penanganan ini dilakukan jika tidak mempunyai alat yang dilakukan dengan penekanan jantung di bagian dada selama 10 menit.

Penanganan dini dilakukan sebab terdapat fase emas terhadap orang yang terkena serangan jantung mendadak. Fase pertama 0-3 menit dilakukan dengan alat. Jika tidak punya alat, 3-10 menit dapat dilakukan dengan penekanan oleh tangan ke bagian dada penderita.

1 jam pertama akan menentukan apakah pasien serangan jantung bisa bertahan atau tidak. Berbeda dengan penyakit pada umumnya, orang yang mengalami serangan jantung mendadak harus benar-benar mendapat pertolongan begitu cepat sebelum otot-otot pemompa jantung itu berhenti berfungsi.

American Heart Association (AHA) mencatat jika lebih dari 1 juta orang mengalami serangan jantung mendadak setiap tahun dan setengahnya meninggal dunia karena serangan jantung tersebut tidak dapat tertolong dengan cepat. Sehingga penting buat semua orang mengetahui pemahaman kepada ahli medis tentang bagaimana cara pertolongan pertama untuk mereka yang menderita serangan jantung dan penyakit jantung lainnya.

Menurut Prof Dr. Dr. Teguh Santoso, SpPD, KKV, SpJP, FIHA, FACC, FESC seperti ditulis dalam kutipan berita sebelumnya menyatakan bahwa keberhasilan dari pertolongan serangan jantung itu tergantung dari berapa banyak daerah yang mengalami penyumbatan. Semakin sedikit daerah yang tersumbat maka kemungkinan sembuhnya lebih besar.

Mengapa waktu 1 jam menjadi waktu sangat genting dan darurat untuk penderita serangan jantung mendadak ?

  1. Waktu 1 jam diduga sebagai waktu darurat berdasarkan pengalaman dokter menangani pasien serangan jantung, yang mana kebanyakan pasien tidak mampu diselamatkan pada 1 jam pertama serangan jantung.
  2. Jantung merupakan organ otot, dan otot bisa kapan saja berhenti bekerja atau memulai mati jika kekurangan oksigen. Otot jantung memerlukan pasokan darah yang berisi oksigen secara teratur supaya dapat berfungsi dengan baik. Jika arteri koroner menjadi lebih sempit, jantung tidak dapat menerima semua darah yang dibutuhkan.
  3. Saat otot jantung mengalami kekurangan oksigen maka beberapa sel akan mati dan otot tidak dapat bekerja lagi.
  4. Setiap menit berlalu selama serangan jantung, itu artinya jantung kekurangan oksigen dan semakin lama menunggu semakin lama otot jantung berjalan tanpa oksigen sehingga mengakibatkan kematian.
  5. Saat jantung mulai kekurangan pasokan darah maka terjadi irama jantung yang tidak stabil yang mengakibatkan aliran darah tidak dapat berjalan baik ke organ vital seperti ke otak.
  6. Apabila dalam waktu 1 jam dapat menangani serangan jantung maka bisa mencegah kerusakan lebih parah lagi.

Menurut beberapa hasil kajian ilmiah menerangkan jika tanda-tanda khusus yang dirasakan bagi mereka yang mengalami keluhan serangan jantung mendadak diantaranya sebagai berikut :

  • Rasa tertekan (seolah-olah ditekan/ditimpa beban sangat berat dibagian dada), merasakan terbakar, sakit, terjepit sehingga memicu sesak napas dan tercekik di leher seolah-olah nyawanya mau lepas.
  • Rasa sakit tersebut menjalar ke lengan kiri, leher dan punggung.
  • Rasa sakit bisa berlangsung sekitar 15-20 menit dan terjadi secara terus menerus.
  • Munculnya keringat dingin, tubuh menjadi lemah, jantung berdebar dan bahkan bisa pingsan sekettika.
  • Rasa sakit ini bisa berkurang saat sedang istirahat, namun akan bertambah berat ketika sedang beraktivitas.

Penderita serangan jantung mendadak dapat diselamatkan apabila mengenali gejala yang muncul secara dini. Beberapa gejala yang mungkin dirasakan penderita meliputi :

  • Sakit dada.
  • Nadi tidak terdengar atau dirasakan sama sekali.
  • Kesulitan bernapas atau berhenti total.
  • Pingsan mendadak.
  • Merasakan sakit di kedua bahu, punggung, leher atau rahang.
  • Muntah.
  • Napas pendek.
  • Merasa lemas atau lelah.
  • Merasakan palpitasi jantung (ritme jantung tidak teratur).
  • Nadi tidak terdengar atau tidak dirasakan.
  • Penderita memegang dada seakan merasakan sakit.

Secara umum serangan jantung mendadak tidak mempunyai gejala dan terjadi secara langsung. Segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat jika melihat 1 atau beberapa gejala terjadi seperti diatas pada penderita.

Terdapat 2 keadaan penyumbatan yang mengakibatkan sukar sekali deteksi dini gangguan jantung dengan mengamati kondisi gejala klinis antara lain sebagai berikut :

  • Penyumbatan koroner, pembuluh darah koroner (besar) tersumbat sementara dan biasanya mengakibatkan sakit yang sangat luar biasa, walau pun mungkin hanya sebentar.
  • Penyumbatan pembuluh darah kecil (iskemi) diakibatkan adanya kolesterol dan juga diabetes dimana penyakit yang terakhir ini mengakibatkan kakunya pembuluh darah, sehingga tidak dapat mengalirkan darah secara maksimal, pembuluh darah kecil yang terganggu jumlahnya banyak dan terjadi seluruh tubuh termasuk pembuluh darah jantung.

Serangan jantung dan gejala serangan jantung mendadak pada wanita

Serangan jantung dan gejala serangan jantung mendadak sangat berbeda antara kaum pria dan kaum wanita, boleh dikatakan jika penelitian yang menjelaskannya itu. Kendati pun ada banyak gejala yang umum terjadi, ada berbagai perbedaan juga yang dokter sudah ditunjukkan. Penderita pada wanita yang mengalami serangan jantung meliputi :

  • Gejala mungkin lebih halus dan lebih ambigu
  • Nyeri dada mungkin bukan nyeri primer dan bisa disertai dengan mual, kelelahan, nyeri di bagian punggung, leher dan bahu juga.
  • Penyumbatan arteri yang ketat tidak terlalu umum pada wanita namun dapat terjadi pada pria dewasa.
  • Alasan di balik perbedaan ini adalah wanita dapat mengalami preeklamsia, masalah tekanan darah tinggi selama kehamilan, dalam kehidupan seorang wanita. Tidak hanya itu, menopause menempatkan perempuan pada risiko lebih tinggi menderita penyakit jantung selama fase kehidupannya.

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.