Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Mengenal Penyebab, Gejala dan Pencegahan Penyakit Batu Ginjal

Pengertian keluhan penyakit batu ginjal

Mengalami batu ginjal tentu sangat menjadikan seseorang berlepas diri dari tuntutan pekerjaan, rutinitas dikarenakan sakit yang tidak mampu dibendung lantaran adanya gejala dibagian organ dalam tubuhnya. Hal itu, memang sangat disayangkan sekali jika dialami bagi mereka yang senang dengan pekerjaan dan contoh saja penyakit batu ginjal dengan cepat menyerang beberapa kalangan dari berbagai usia akibat faktor-faktor penyebab tertentu.

Batu ginjal termasuk gangguan pada sistem saluran kemih dan ginjal yang sering terjadi. Umumnya dokter akan melakukan tindakan prosedur operasi karena memang batu ginjal adalah batu yang mesti dikeluarkan dari dalam tubuh.

Batu ginjal biasa memicu perasaan sakit di bagian kandung kemih, merasakan sulit sekali untuk bisa kencing bahkan yang lebih parahnya lagi mengeluarkan urine berwarna darah dan hal itu bisa dipicu oleh adanya batu ginjal dari dalam.

Lalu apa sih sebenarnya batu ginjal itu ? kenapa bisa sampai harus dilakukan tindakan prosedur operasi batu ginjal? memangnya sebesar apakah batu ginjal ? apa ada cara lain untuk bisa menyembuhkan batu ginjal selain melakukan tindakan prosedur operasi ? silahkan simak secara mendetail !

Penyakit batu ginjal disebut sebagai penyakit karena memang memicu berbagai gejala yang dirasakan dari mulai gejala tingkat ringan hingga sudah sangat parah sekali. Batu ginjal yang merupakan endapan kecil dan keras lalu melakukan perkembangan di dalam organ ginjal yang terbuat dari bahan-bahan pembentuk batu ginjal itu sendiri.

Pengenalan batu ginjal dengan nama medisnya nefrolitiasis adalah suatu keadaan dimana material keras yang membentuk batu terbentuk di dalam organ ginjal manusia. Material tersebut berasal dari sisa-sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal setelah itu mengendap seiring berjalannya waktu dan mengkristal di organ tersebut maka dinamai dengan batu ginjal.

Siapa saja yang paling berpotensi mengalami risiko penyakit batu ginjal ?

Statistik kajian ilmiah menunjukkan bahwa kalangan yang dominan mengalami risiko batu ginjal meliputi :

Kalangan pria dewasa dibandingkan kalangan wanita paruh baya, kalangan yang mengonsumsi jenis obat diureutik yang memicu dehidrasi. Kemudian mereka yang mempunyai riwayat infeksi kandung kemih kronis, asam urat, hipertiroidisme dan kesulitan mencerna mineral secara normal serta orang terlalu lama duduk jarang berolahraga sepenuhnya.

Pada sebagian besar kasus laporan, penyakit batu ginjal umumnya sering diderita oleh kalangan masyarakat yang usianya berkisar antara 30 hingga 60 tahun. Endapan batu di dalam organ ginjal dapat diakibatkan adanya faktor penyebab berupa makanan atau gangguan penyakit tertentu.

Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat kategori penyakit, diantaranya batu ginjal kalsium, batu ginjal asam urat, batu struvit, dan batu sistin. Keempat jenis batu ginjal tersebut merupakan pemicu endapan di dalam organ ginjal akibat hasil proses penumpukan limbah kimia terpisah dalam tubuh di dalam organ ginjal.

Apa anda pernah mengalami gejala batu ginjal sebelumnya atau sedang merasakan gejalanya?

Ginjal merupakan organ dalam tubuh yang berbentuk kacang, berukuran kepalan tangan, organ-organ kecil yang terdiri dari 2 organ ginjal kiri dan ginjal kanan terletak di bagian tengah pinggang atau punggung dibawah tulang rusuk. Fungsi ginjal sangat dibutuhkan dalam menguras limbah, kelebihan cairan dan uri dari dalam tubuh.

Organ ginjal sudah terhubung ke sistem saluran kemih, termasuk dua ureter kandung kemih dan uretra. Sangat luar biasa sekali setiap waktu dan hari demi hari organ ginjal menyaring limbah dari aliran darah tubuh untuk memproduksi 1-2 liter cairan urin yang dibuang melalui saluran pembuangan ginjal.

Fungsi lain dari organ ginjal diantaranya memproduksi hormon dan menjaga keseimbangan kadar garam dalam darah. Tabung sempit yang disebut ureter membawa urin dari ginjal ke kandung kemih, suatu penampungan berbentuk oval untuk nanti proses pembuangan urin di saluran kemih.

Apa bedanya diantara keempat jenis batu ginjal ? yakni batu ginjal kalsium oksalat/fosfat, batu ginjal struvit, batu ginjal asam urat dan batu ginjal cystine ?

  • Batu ginjal kalsium oksalat

Salah satu jenis batu ginjal paling sering terjadi dan cenderung terbuat saat urine bersifat asam dan memiliki pH yang sangat rendah. Oksalat yang terdapat di dalam urine ini diproduksi langsung dari dalam tubuh melalui aliran darah.

Kalsium dan oksalat dalam makanan turut berperan, namun tidak termasuk faktor utama pembentukan batu ginjal. Oksalat juga dapat diperoleh dari sayuran, buah buahan dan kacang kacangan, serta kalsium pada tulang.

  • Batu ginjal kalsium fosfat

Berlainan dengan batu ginjal kalsium oksalat, maka batu ginjal kalsium fosfat ini terbentuk atas urine yang bersifat basa yang berarti mempunyai pH yang cukup tinggi dan biasanya sangat jarang terjadi.

  • Batu ginjal struvite

Batu ginjal yang satu ini terbuat dari akibat infeksi organ ginjal, maka untuk cara pencegahannya dengan pengobatan resep dokter dan menjaga supaya organ ginjal tidak terinfeksi.

  • Batu ginjal asam urat

Batu ginjal selanjutnya batu ginjal asam urat besar kemungkinan terbentuk saat urine secara terus-menerus bersifat asam. Keadaan tersebut diakibatkan makanan yang kaya akan kandungan protein hewani dan diperoleh zat purine pemicu penyakit asam urat. Diketahui semua zat purin ditemukan pada semua makanan baik daging, sayuran dan sebagainya tetapi paling banyak pada jenis jeroan, ikan dan kerang.

  • Batu ginjal cystine

Yang selanjutnya penyakit batu ginjal yang terbentuk dari hasil kelainan genetika dan mengakibatkan asam amino cystine (salah satu pembentuk protein) bocor, sehingga masuk ke organ ginjal lalu kedalam urine sehingga membatu.

Mengetahui penyebab, gejala dan cara pencegahan sedini mungkin dari faktor risiko penyakit batu ginjal

Penyakit batu ginjal terbentuk dari berbagai unsur bahan kimia mineral, asam dan garam dalam tubuh yang terakumulasi satu dengan lainnya, lalu melakukan pengkristalan di dalam organ ginjal, menutupi saluran kemih dalam proses pembuangan urine, menjadikan tekanan dan rasa sakit teramat dalam ketika sedang berkemih (buang air kecil).

Berkisar antara 80 % batu ginjal merupakan jenis yang dikenal sebagai batu ginjal kalsium untuk membentuk batuan keras yang tidak wajar. Dalam kebanyakan fenomena terjadi, oksalat merupakan zat yang mengikat kalsium, yang mudah di dapat dari buah-buahan dan sayuran tertentu.

Alasan yang mendasari kenapa batu ginjal terbentuk akibat penumpukan kalsium, asam dan sebagainya?

Berikut diantaranya dibawah ini penyebab dari pembentukan batu ginjal yang harus diketahui secara pasti yakni :

  • Konsumsi makanan yang tinggi kandungan oksalat seperti jeroan, ikan dan makanan berlemak lainnya.
  • Mengonsumsi suplemen atau kalsium buatan yang tidak mudah terserap dengan baik oleh tubuh.
  • Dehidrasi dan kurang minum air putih
  • akibat terlalu sering mengendapkan cairan urin karena terlalu lama duduk.
  • Faktor genetika (apabila seseorang dalam keluarga dekat anda mempunyai batu ginjal), anda besar kemungkinan akan mengalami jenis keluhan penyakit serupa dengannya.
  • Keseimbangan pH yang tidak normal yang berarti tubuh menjadi tinggi asam.
  • Mempunyai masalah sistem organ pencernaan buruk, diantaranya pasca penyembuhan operasi bypass lambung, mempunyai penyakit radang usus atau diare kronis alergi makanan atau kepekaan yang dapat mempengaruhi pencernaan dan ketidakseimbangan elektrolit.
  • Kegemukan (obesitas)
  • Penggunaan obat-obatan terlarang atau bisa jadi akibat penggunaan obat tertentu misalnya konsumsi obat diureutik, aspirin, antibiotik, antasid, serta beberapa jenis obat anti epilepsi dan antiretroviral.
  • Kekurangan nutrisi dan mineral
  • faktor infeksi bakteri, virus
  • Jarang olahraga sama sekali
  • Gangguan tiroid (yang bisa mengakibatkan tiroid itu tidak mampu memproduksi hormon banyak paratiroid yang meningkatkan kalsium.

Makanan yang bisa memicu pembentukan batu ginjal secara perlahan diantaranya :

Makanan tinggi kandungan oksalat termasuk didalamnya bayam, rhubarb, tomat, sawi, terong, buah bit, seledri, labu musim panas, ubi jalar, kacang tanah, almond, blueberry, blackberry, stroberi, peterseli, dan cokelat.

Jus jeruk dapat meningkatkan risiko batu ginjal, daging merah yang diproses sedemikian rupa bisa mengakibatkan tubuh mengeluarkan kalsium, yang mengakibatkan penumpukkan kalsium pada organ ginjal.

Makanan yang mengandung kalsium hindari atau batasi penggunaan kalsium berlebihan seperti produk olahan susu konvensional karena lebih banyak kalsium buatan dan makanan sumber kalsium berlebihan lainnya.

Zat kafein merupakan zat yang bisa membuat orang dehidrasi dan bagi beberapa kalangan orang yang sering minum kopi memang lebih banyak dehidrasi kehausan sehingga memicu batu ginjal menjadi lebih berisiko.

Biji-bijian utuh dan kacang-kacangan bisa saja memungkinkan terjadinya batu ginjal dan makanan yang terlalu banyak kandungan vitamin C berlebihan berkontribusi besar terjadinya penumpukan oksalat dalam darah.

Ada pula yang menyebutkan kalau makanan yang sangat manis dapat membuktikan bisa memperburuk gejala batu ginjal terutama minuman manis sintesis buatan yang kita kenal sebagai bahan pemanis kimia buatan.

Gejala-gejala yang ditimbulkan dari batu ginjal

Terlalu banyak konsumsi makanan atau sumber zinc (seng) mampu meningkatkan kemungkinan mempunyai batu ginjal besar terjadi.

Seiring pembentukan batu ginjal maka akan terjadi gejala yang sangat beragam dari mulai rasa sakit ringan atau sudah sangat membahayakan nyawa meskipun terjadi secara perlahan-lahan.

Bagi beberapa kalangan, batu ginjal struvite (diantara jenis batu ginjal berbentuk tanduk lebih besar dari jenis batu ginjal kalsium dan lebih membahayakan nyawa karena infeksi saluran kemih kronis dan cenderung rentan dialami kalangan wanita dewasa atau paruh baya.

Salah satu alasan infeksi saluran kemih dapat terus berkembang dan membentuk batu dikarenakan penumpukkan amonia dalam urine. Batu ginjal asam urat, produksi sampingan dari metabolisme urine dapat berkembang pada orang yang konsumsi makanan berprotein sangat tinggi, umumnya yang baru sembuh dari perawatan kemoterapi atau dalam kasus yang jarang akibat faktor genetika.

Terkadang rasa sakit bisa saja pulih mereda sebab layaknya batu ginjal yang mudah larut padahal itu bisa menjadi gangguan terbesar dan tidak selalu mereda dengan sendirinya.

Jika tidak ditangai segera mungkin oleh dokter sekali lagi berakibat patal dan menyumbat saluran kemih dan bahkan nanti organ ginjal fungsinya akan terganggu. Terus jika batu ginjal itu pecah dan bubuk sendirinya berakibat pada penyakit gagal ginjal dan dekat dengan kematian.

Inilah beberapa pemahaman mengenai gejala yang terjadi akibat kondisi penyakit batu ginjal diantaranya sebagai berikut :

  • Terjadi rasa sakit teramat menyakitkan disepanjang organ ginjal (di sisi pinggang bawah tulang rusuk, rasa sakit tersebut bisa datang dan pergi sesukanya mungkin bervariasi rasa sakit intens dan berlangsung antara 5 – 15 menit saat berkemih.
  • Biasanya nyeri punggung atau pinggang bahkan tidak mampu berdiri sedikit pun.
  • Air urin atau air kemih biasanya mengeluarkan warna darah dan berbau anyir (busuk) dikarenakan adanya luka serius sepanjang saluran pembuangan.
  • Perubahan warna urine dari warna biasa menjadi cokelat kemerahan hingga warna merah muda.
  • Terjadi dorongan dan desakan yang diselingi rasa sakit luar biasa seakan-akan terjadi pada saluran kemih dan air urine yang keluar juga sangat sedikit bahkan tidak keluar sama sekali.
  • Berkeringat dingin dan gangguan pencernaan berupa rasa mual, muntah, pusing dan rasa sakit dibagian bawah perut.

Adakalanya batu ginjal yang dirasakan tidak memicu rasa sakit jika ukurannya dalam keadaan sangat kecil tetapi jika sudah mencapai batas maksimal ukuran batu ginjal dan selau bergerak disekitar ginjal. Batu ginjal bergerak leluasa memicu luka akibat gesekan dengan organ ginjal hingga akhirnya berdarah serta infeksi.

Pengobatan atau cara pencegahan penyakit batu ginjal

Untuk kalangan penderita penyakit batu ginjal yang didiagonis oleh dokter langsung terjadi selama beberapa fase dengan banyak rasa sakit berlebihan, namun terdapat beberapa cara supaya dapat mempercepat proses pemulihan kondisi rasa sakit atau mencegah batu ginjal semakin menjadi-jadi.

Bergantung pada kondisi kesehatan diantaranya dengan jalan konsumsi obat dan minum banyak air untuk bisa mengurangi penumpukan di dalam organ ginjal.

  • Tetap mencukupi kebutuhan cairan tubuh

Kekurangan banyak cairan tubuh (dehidrasi) menjadikan risiko besar dari adanya batu ginjal, terutama misalnya bagi mereka yang sering olahraga berlebihan, hidup di perkotaan yang sangat berpolusim, tinggal di daerah gersang hingga konsumsi minuman diureutik dan mudah berkeringat.

Dengan cara pencegahan melalui konsumsi air minum yang cukup banyak mampu mencukupi cairan tubuh. Air soda, teh herbal atau air buah-buahan misa saja memicu pengeluaran urin lebih banyak. Disarankan agar konsumsi cairan tubuh sewajarnya dan paling penting untuk beraktivitas supaya metabolisme berjalan lancar.

  • Membatasi makanan yang kaya akan kandungan protein tinggi

Konsumsi makanan yang sangat asin dan kandungan protein lebih tinggi diatas kebutuhan protein harian, lebih meningkatkan produksi amonia kimia dalam cairan urine dan memicu penumpukan bersama unsur lainnya.

Fokus dalam mengkonsumsi makanan segar seperti buah-buahan dan sayuran secukupunya untuk menyeimbangkan pH dalam tubuh dan mencegah terlalu banyak keasaman.

Berikut beberapa makanan yang direkomendasikan dalam membantu mencegah perkembangan batu ginjal antara lain :

  1. Sayuran dan buah-buahan segar matang. Dari beberapa penelitian para pakar di bidang kajian nutrisi dan zat gizi menjelaskan jika orang yang sering konsumsi sayuran atau buah-buahan lebih rendah risiko mengalami batu ginjal daripada tidak mengonsumsi sama sekali buah atau sayuran tersebut.
  2. Mencukupi kebutuhan makanan yang mengandung banyak vitamin E buah berries, minyak zaitun, almond, alpukat dan butternut squash merupakan sumber makanan yang antioksidan tinggi dan vitamin E terbaik membantu menyeimbangkan kadar oksalat dan membuang racun lainnya di dalam tubuh sementara itu fungsinya mencegah kerusakan membran lendir, sehingga mengurangi risiko pembentukan batu ginjal.
  3. Makanan yang bersifat asam memang sangat berlawanan dengan hal ini, tetapi makanan yang bersifat asam dan bisa membantu menyeimbangkan tingkat pH tubuh, seperti cuka lemon atau cuka sari apel dapat membantu tubuh mencegah batu ginjal.
  4. Makanan dengan sumber kalium dan magnesium melalui konsumsi makanan magnesium dan kalium dapat membantu menyeimbangkan kadar kalsium dalam tubuh, diantaranya makanan kaya magnesium berupa sayuran berdaun hijau, sayurangan hidroponik, buah-buahan juga termasuk.
  5. Biji-bijian yang sehat termasuk kacang-kacangan mengurangi kandungan antinutrisi menjadikan nutrisi paling dibutuhkan dan mudah dicerna oleh tubuh.
  6. Pengobatan alami ini bisa membantu mengurangi batu ginjal seperti sumber makanan kaya akan magnesium, vitamin B6, vitamin E, ekstrak cranberry, lidah buaya, minyak atsiri lemon dan minyak hellichrysum dapat mengurangi potensi batu ginjal dengan mendukung ginjal dan hati untuk detoksifikasi.
  • Mendapatkan latihan olahraga secara teratur bisa mengurangi risiko batu ginjal

Latihan, khususnya latihan menahan beban seperti latihan kekuatan atau berbagai latihan berat badan, baik untuk membangun kekuatan tulang dan mencegah demineralisasi sistem tulang. Sudut pandang lain, menjadi tidak aktif bergerak dapat mengakibatkan tulang melepaskan lebih banyak kalsium ke dalam darah yang meningkatkan kemungkinan besar penumpukan kalsium dalam ginjal.

Luangkan waktu untuk berolaharaga sebentar saja dengan misalnya olahraga di pagi hari sebelum bekerja, dan olahraga lain untuk senggang waktu sedikit mungkin.

  • Terapi minyak kastor (minyak jarak) dan kompres panas

Minyak jarak memiliki kemampuan anti peradangan kuat khususnya bermanfaat dalam menghilangkan rasa sakit yang berhubungan dengan gejala batu ginjal. Diantaranya mampu menghilangkan rasa kram dan kejang otot di perut serta pinggang.

Cara kompres diantaranya untuk batu ginjal cukup dengan kompres air panas bersama tetesan cuka apel untuk melancarkan dan meregangkan aliran darah, melemaskan otot-otot jika terjadi kram hebat di perut serta membantu meloloskan batu ginjal menjadi lebih lancar.

  • Asupan kalsium.

Kendati memang asupan kalsium berisiko lebih besar untuk menyebabkan penumpukan kalsium di ginjal. Hal demikian bisa saja berbalik fakta, misalnya kalangan usia paruh baya sangat disayangkan terlepas dari kebutuhan kalsium karena usia tua rentan mengalami osteoporosis. Namun asupan kalsium bagi yang sudah didiagnosis oleh dokter mengalami batu ginjal sebaiknya untuk membatasi setiap harinya.

  • Asupan makanan dengan kandungan oksalat.

Sama seperti sebelumnya jika makanan yang mengandung oksalat pun berguna untuk kalangan penderita batu ginjal dan perlu dibatasi asupannya.

  • Asupan kaya akan kandungan vitamin D bisa dibutuhkan untuk mereka usia senja agar tidak kekurangan kalsium dan mencukupi kebutuhan kalsium.
  • Asupan daging.

Daging dan makanan sumber protein juga sangat dibutuhkan untuk membantu meningkatkan energi setiap harinya.

Nah, itulah diatas penjelasan singkat mengenai beberapa penyebab, gejala dan cara pencegahan yang sangat sederhana sekali dan alami bisa membantu mencegah risiko mengalami batu ginjal. Mudah-mudahan uraian kali ini bisa bermanfaat bagi para pembaca setia situs website kesehatan jellygamatbandung.com.

Sumber referensi terbuka :

  • https://www.singhealth.com.sg/PatientCare/Overseas-Referral/bh/Conditions/Pages/Kidney-stones.aspx
  • https://draxe.com/5-kidney-stone-natural-remedies-fast-relief

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.