Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan dan Cara Pengolahannya

Perlu diketahui bahwa sudah banyak yang mengenal akan khasiat pengobatan dari daun kelor. Daun kelor banyak dicari bagi mereka yang sudah sering merasakan manfaat kesehatan setelah mengonsumsi bersama bahan-bahan jamu lainnya. Kini tidak mesti bersusah payah untuk bisa memperoleh daun kelor, sebab perusahaan jamu mengolah daun kelor untuk dibentuk kedalam bubuk.

Daun kelor memang kini sudah sangat susah dicari terutama untuk yang tinggal di kota-kota besar, sebab hanya tersedia banyak dilingkungan kampung dan wilayah pelosok daerah. Dulu daun kelor ini, dimanfaatkan oleh orang ketika waktu itu sebagai bahan ramuan tradisional bahkan hingga sampai saat ini.

Ramuan tradisional merupakan suatu bentuk pengobatan yang sudah ada semenjak dahulu kala dan diturunkan resep pembuatannya kepada generasi selanjutnya. Maka oleh sebab itu, pengenalan obat tradisional seperti halnya daun kelor perlu dipertahankan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman serba instan alias praktis.

Ramuan daun kelor itu sendiri mempunyai banyak khasiat, bahkan ramuan tersebut semenjak lama terkenal di wilayah daratan Asia hingga mendunia. Di negara India saja, sampai saat ini orang mengenalnya untuk kebutuhan bahan ramuan dan masakan khas. Sementara di negara kita pun sama, memanfaatkan daun kelor itu untuk bahan campuran ramuan.

Ramuan daun kelor yang sudah dibentuk menjadi aneka macam dari mulai serbuk, kapsul, tablet, kaplet dan semacamnya itu biasanya disebut dengan jamu atau sering orang mengenalnya dengan obat herbal. Kebutuhan obat alami itu, memang sudah ada semenjak dahulu kala, karena bahan tumbuhan alami yang dominan cenderung aman dibanding dengan pengobatan modern sekarang ini.

Tumbuhan kelor dengan nama ilmiahnya yaitu Moringa oleifera sejenis tumbuhan berdaun bulat telur berukuran kecil tersusun majemuk, bisa dibuat sayur dan ramuan obat.

Nama yang sering orang menyebutnya disetiap wilayah berbeda-beda tentunya seperti di Indonesia kelor, limaran (Jawa), Moringa, ben oil, Clrifier Tree, Drumstick Tree (inggris), Kalor, merunggai, sajina (melayu) Chùm Ngây,  (vietnam), Ma-rum (Thailand) serta Malunggay (Pilipina).

Secara umum tumbuhan kelor paling banyak dimanfaatkan adalah bagian daun kelor untuk kebutuhan ramuan tradisional apa saja. Dalam hasil kajian dari Anna Technology University, Tamilnadu, India seorang periset C Senthil Kumar mendapat bukti jika daun kelor memang berkhasiat sebagai hepatoprotektor alias pelindung hati.

Dalam hasil penelitian di Indonesia dokter dan pakar herbalis Yogyakarta, dr Siti Aritjahja, dari Alumnus Universitas Gadjah Mada menyebutkan daun kelor memang mengandung antioksidan yang cukup tinggi dan baik sekali untuk penyakit yang berkenaan pada gangguan pencernaan seperti luka usus dan luka di lambung”.

Berhubungan dengan penelitian dalam negeri oleh Dr Paulus Wahyudi Halim di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, kelor mempunyai energi yang dingin. Herbal semacam itu cocok untuk mengatasi jenis penyakit dengan energi panas atau kelebihan energi seperti radang atau kanker.

Bayi dan anak-anak ketika dalam masa pertumbuhan disarankan oleh Lembaga Kesehatan Internasional (WHO) supaya sebisa mungkin konsumsi daun kelor. Perbandingan gram daun kelor terdapat kandungan :

7x vitamin C pada jeruk, 4x kalsium pada susu, 4 x vitamin A pada wortel, 2 x protein pada susu, 3 x potasium pada buah pisang.

Berikut dibawah ini terdapat khasiat paling utama dari kegiatan konsumsi daun kelor baik dalam bentuk langsung atau sudah melalui proses produksi antara lain :

  • Daun kelor bisa untuk meningkatkan ketahanan alamiah tubuh
  • Membantu meningatkan kesehatan otak dan mata manusia.
  • Bisa dimanfaatkan sebagai kelancaran metabolisme tubuh.
  • Mampu meningkatkan struktur sel-sel di dalam tubuh.
  • Menurunkan tingkat kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.
  • Sebagai ramuan yang bersifat anti penuaan dengan menyamarkan kerutan dan garis-garis halus pada kulit.
  • Bisa untuk meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal.
  • Meningkatkan fungsi kesehatan kulit dan mengurangi jenis penyakit kulit dan peradangan.
  • Sebagai penambah stamina dan energi yang baik.
  • Membantu melancarkan sistem pencernaan makanan.
  • Antioksidan yang cukup tinggi dengan menangkal radikal bebas.
  • Membantu memelihara sistem kekebalan tubuh supaya tidak mudah melemah.
  • Meningkatkan sirkulasi darah supaya tetap lancar.
  • Bersifat anti peradangan baik di dalam atau diluar tubuh.
  • Mendukung rasa percaya diri sehat secara menyeluruh.
  • Menurunkan tingkat gula darah berlebihan.

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah ditelaah sebelumnya bahwa daun kelor mengandung sejumlah nutrisi yang sempurna dan berpotensi untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian dalam tubuh.

Melalui kegiatan konsumsi daun kelor maka akan terbantu dalam meningkatkan energi dan ketahanan tubuh seseorang. Tidak hanya itu, daun kelor berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan dari mulai kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (masalah penglihatan), kekurangan choline (penumpukkan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (penyakit beri-beri), kekurangan vitamin B2 (masalah kulit), kekurangan vitamin B3 (untuk dermatitis), kekurangan vitamin C (sariawan), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut rontok dan masalah pertumbuhan anak).

Dari hasil kajian nilai gizi yang lengkap dan paling tinggi dari daun kelor ramuan pada umumnya, maka daun kelor dapat dimanfatkan untuk mendapatkan mineral, protein dan fenolik penting. Tumbuhan ini memiliki perpaduan unsur langka yang tidak ada pada tumbuhan lain.

Diantara unsur langka inilah yang paling pokok terdapat zeathin, quercetin, beta sitosterol, asam caffeoylquinic dan kaempferol dengan bukti kajian bersifat anti peradangan dengan nilai keampuhan sangat kuat.

Dari nilai dan unsur langka tersebut terbukti kajian ilmiah menunjukkan bahwa daun kelor dapat memberikan perlindungan untuk organ jantung, stimulan sirkulasi darah alami, dan mempunyai efek antitumor, anti epilepsi, anti ulkus, antispasmodic, antihipertensi dan antidiabetik.

Sebagai makanan dengan kandungan protein sangat tinggi sekali maka daun kelor mampu untuk meningkatkan energi, sumber kaya dengan triptofan asam amino, baik untuk fungsi-fungsi neurotransmitter termasuk yang memproduksi serotonin hormon “perasaan senang”.

Daun kelor dan bagian lainnya mempunyai sifat antioksidan cukup kuat dalam meningkatkan kesehatan tiroid yang menjadikan pertahanan tingkat energi tinggi dan mengatasi gangguan psikis sekaligus.

Lebih dari 90 senyawa aktif pelindung organ tubuh, termasuk isothiocyanate, flavonoid dan asam fenolik. Sumber terkaya akan protein, vitamin A, potasium, kalsium, dan kandungan vitamin C.

Salah satu alasan kuat mengapa banyak yang menggunakan tanaman herbal seperti halnya daun kelor sangat dikenal sekarang ini karena mengandung kemampuan yang sama dengan obat konvensional zaman sekarang, tetapi daun kelor tidak berisiko dari efek samping tertentu.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam Asian Pasific Journal Of Cancer Prevention, kelor mengandung campuran asam amino esensial (blok pembangun protein), fitonutrien karotenoid, antioksidan seperti quercetin dan senyawa antibakteri alami yang bertugas dengan cara yang sama seperti obat anti inflamasi.

Senyawa yang bersifat anti penuaan dini dimiliki oleh daun kelor dengan menurunkan stres oksidatif dan peradangan, termasuk unsur polifenol, vitamin C, beta karoten, quercetin dan asam klorogenik.

Diantara sebuah studi penelitian tahun 2014 yang diterbitkan dalam Journal Of Food Science and Technology menguji pengaruh daun kelor bersama dengan daun bayam pada tingkat peradangan dan stres oksidatiif pada wanita dewasa menopause.

Disebabkan sifat anti inflamasi daun kelor sudah dimanfaatkan dalam sistem pengobatan Ayurveda Kuno di India dalam mencegah sakit maag, penyakit organ hati, kerusakan ginjal, infeksi jamur, ganggguan pencernaan dan infeksi.

Bukan hanya asam klorogenik, senyawa yang dikenal sebagai isothiocyanate yang terdapat dalam daun kelor memberikan perlindungan alami kuat dari penyakit diabetes.

Kandungan dalam daun kelor tersebut mempunyai efek posifitf pada kontrol glukosa dalam darah dan kadar insulin. Ia pun mengandung senyawa antibakteri, antijamur, dan antiviral yang berguna dalam melindungi kulit dari berbagai bentuk iritasi dan infeksi.

Di dalam daun kelor sebagai sumber paling banyak vitamin dan mineral, diantaranya dalam 1 wadah segelas daun kelor terdapat beberapa nutrisi :

  1. Protein 2 gr
  2. Vitamin B6 19%
  3. Vitamin C 12 %
  4. Zat besi 11 %
  5. Riboflabin B2 11 %
  6.  Vitamin A (dari beta karoten) 9 %
  7. Magnesium 8 %

Sifat antioksidan yang terkandung dalam daun kelor berfungsi melawan radikal bebas dalam tubuh karena radikal bebas pemicu stres oksidatif yang berakibat pada penyakit kronis jantung dan diabetes.

Selain vitamin C dan beta karoten adanya Quercetin, asam klorogenik, asam klorogenat diantara studi menunjukkan bahwa antioksidan daun kelor bagus untuk darah.

Para ilmuan menyakini bahwa isothiocyanate merupakan senyawa anti inflamasi langka dan bagus dalam daun kelor, biji kelor dan polong (benih) tumbuhan kelor.

Kelor yang merupakan sumber elemen terbesar vitamin, mineral penting, asam amino, terdiri dari vitamin A, C E, kalsium, kalium dan protein. Adanya antioksidan berupa flavonoid, polifenol, asam askorbat di daun kelor, bunga dan bijinya.

Di salah satu hasil uji riset menyeluruh para ahli mencoba uji temuannya bahwa ekstrak daun kelor mempunyai aktivitas antioksidan yang lebih tinggi, kapasitas dalam menangkal radikal bebas, penghambat lipid, protein dan oksidasi DNA yang lebih tinggi daripada bunga dan biji-bijian.

Fungsi daun kelor bersifat anti inflamasi dengan menekan enzim dan protein inflamasi di dalam tubuh, dan konsentrat daun kelor dapat menurunkan peradangan dalam sel secara signifikan.

Serbuk daun kelor yang dikemas dalam kapsul telah terbukti efektif untuk mengurangi kadar lipid dan glukosa dan mengatur stres oksidatif pada penderita diabetes. Kapsul daun kelor berkhasiat untuk jantung, pencegahan pembentukan plak di arteri dan mengurangi kadar kolesterol jahat.

Kandungan vitamin E dan C yang cukup tinggi melawan oksidasi yang mengakibatkan degenerasi neuron, meningkatkan fungsi otak. Daun kelor mampu juga menormalkan serotonin neurotransmitter, dopamine dan noradrenalin di otak yang memainkan peran kunci dalam memori, suasana hati, fungsi organ tubuh, tanggapan terhadap rangsangan, kesehatan psikis dan faktor lainnya.

Moringa oleifera mengandung konsentrasi tinggi polifenol di daun dan bunga yang bekerja melindungi hati dari oksidasi, toksisitas dan kerusakan.

Daun kelor dapat mengurangi kerusakan organ fungsi hati dan fibrosis dan oksidasi terbalik di hati. Minyak bunga daun kelor dapat mengembalikan enzim hati ke tingkat normal, mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan kandungan protein di hati.

Moringa oleifera alias tanaman kelor daunnya itu bersifat antibakteri dan antijamur yang mampu melawan infeksi. Telah teruji efektif dalam menangkis infeksi bakteri jamur di kulit, baik untuk strain bakteri yang bertanggung jawab dalam darah dan infeksi saluran kemih serta sistem pencernaan makanan.

Paling utama tidak dapat dipungkiri jika daun kelor mempunyai sifat pembekuan darah yang baik untuk proses penyembuhan luka, dan menghentikan pendarahan berlebihan.

Nah, diatas tentu sudah dijelaskan tentang apa saja manfaat yang bisa di dapat dengan jalan konsumsi daun kelor, tetapi bagaimanakah caranya supaya bisa memanfaatkan ramuan tradisional tersebut untuk kesehatan.

Berikut dibawah ini terdapat tata cara dalam pengolahan daun kelor untuk kebutuhan ramuan diantaranya :

  • Resep cara membuah teh daun kelor yang berkhasiat

Teknik yang sangat mudah dilakukan yaitu dengan cara mencuci terlebih dahulu daun kelor yang telah dipetik lalu dikeringkan dengan cara menjemurnya. Setelah kering giling menjadi serpihan serpihan kecil. Maka teh daun kelor pun siap untuk dihidangkan dengan cara diseduh baik air hangat.

  • Pengolahan daun kelor untuk penyakit kuning atau demam kuning

Untuk mengobati sakit kuning anda bisa mengolah daun kelor dengan cara siapkan 1 gagang daun kelor, 1 gelas air kelapa dan 1 sendok makan madu. Habis itu, bersihkan 1 gagang daun kelor, kemudian haluskan sampai benar-benar halus. Lalu masukan ke dalam air kelapa dan tambahkan madu, aduk hingga tercampur merata dan saring airnya. Setelah itu, minum secara rutin dan teratur 2 kali sehari.

  • Cara pengolahan daun kelor untuk kanker segala jenis tumor

Caranya dengan meminum air rebusan daun kelor. Tidak hanya itu, anda bisa mencampurkannya dengan daun sirsak dan sudah popoler untuk jenis kanker.

  • Ternyata daun kelor bisa diolah untuk pembersihan jerawat

Cara mudah yakni dengan menghaluskan segenggam daun kelor baik dengan cara ditumbuk atau diblender. Sehabis itu, tempelkan pada wajah berjerawat dan diambakn kurang lebih 10 menit, bilas dengan air.

  • Daun kelor untuk obat diabetes (kencing manis)

Manfaat daun kelor terbukti ampuh untuk diabetes dengan cara mengolahnya dari rebusan daun kelor dari 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas air rebusan. Minum 3 kali sehari. Jarak 1 minggu berselang sudah bisa dirasakan khasiatnya.

  • Manfaat daun kelor bisa untuk obat insomnia

Cara mengolahnya siapkan 3 gagang daun kelor. Tumbuk halus daun kelor tersebut, masukan 1 gelas air matang lalu disaring. campurkan madu secukupnya pada air hasil saringan tersebut dan aduk-aduk sampai rata baru kemudian sebelum tidur minumlah air ramuan daun kelor + madu.

  • Cara mengolah daun kelor untuk obat luka basah

Daun kelor untuk luka cukup simpel tinggal ambil 5-7 gagang daun kelor, remas-remas daun kelor tersebut hingga keluar cairan jelly kemudian tempelkan cairan jelly dan daunnya ke luka tersebut hingga benar-benar kering.

  • Tata cara mengolah daun kelor untuk obat cacingan pada anak

Cara mengolahnya : cara membuat dan menggunakan daun kelor yaitu dengan merebus 3 gagang daun kelor secukupnya, 2 batang meniran, 1 gagang daun cabai dengan 2 gelas air putih, setelah itu tersisa sekitar 1 gelas saja saring lalu diamkan. Minumlah hasil rebusan yang disaring hingga habis setiap hari.

Dari itulah manfaat daun kelor yang multi manfaat sekali untuk membantu proses pengobatan tradisional dan teknik pengolahan sederhana yang bisa dilakukan dirumah.

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.