Edisi Terbatas Khusus Untuk Hari Bisa Kirim Barang Dulu Transfer Bayar Setelah Barang Diterima

Klik =>>> GO-SEND GRAB

   

Kontra Indikasi Berbahaya Dari Tumbuhan Air Spirulina Platensis

Kontra Indikasi berbahaya dari tumbuhan air Spirulina Platensis berupa obat alami untuk membantu memelihara kesehatan, ternyata memiliki efek samping sudah tersedia dari proses produktivitas. Memang sebagai bagian dari salah satu bentuk metode pengobatan alami, tetapi yang alami saja bisa menjadikan kontra indikasi cukup serius baik terjadi secara bertahap mau pun mendadak sekaligus.

Spirulina Platensis sudah semenjak dari dulu dikategorikan oleh badan kesehatan dunia adalah WHO dengan menyandang predikat “makanan terbaik di abad 21”. Spirulina sudah semenjak dahulu, bahkan ratusan tahun yang lalu oleh berbagai suku bangsa dengan memanfaatkan tumbuhan air ini sebagai bagian dari metode pengobatan tradisional.

Kontra indikasi merupakan salah satu bahaya buruk yang merupakan efek samping dari berbagai jenis pengobatan baik itu berasal dari pengobatan kimia atau pun pengobatan tradisional. Spirulina dengan kadar protein ganggang, zat besi, seng, tembaga, selenium, mineral, polisakarida, klorofil, vitamin, karotenoid dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Pada kebanyakan orang sering kali mengonsumsi Spirulina baik dalam bentuk serbuk, kapsul, tablet, serpih, cair, jelly dan lainnya untuk membantu memelihara kesehatan dan pengobatan alami. Pada kebanyakan umumnya orang lebih sering konsumsi tumbuhan air Spirulina Platensis dengan dicampur smoothies dan jus buah sayuran lainnya. Namun, kita perlu mengetahui adanya kontra indikasi berbahaya dari tumbuhan air Spirulina Platensis.

Spirulina Platensis termasuk dalam tumbuhan air asin atau bisa berasal juga dari air tawar yang kaya akan kandungan nutrisi penting. Di negara-negara serba maju dan mengalami perkembangan pesat, ternyata tumbuhan air Spirulina Platensis sangat dikenal luas bahkan sering kali dijadikan untuk pemeliharan kesehatan dan perawatan kecantikan. Sebenarnya untuk kontra indikasi dari tumbuhan air Spirulina Platensis ini karena kegiatan konsumsi berlebihan dan tidak sesuai aturan prosedur penggunaan serta tidak cocok bagi beberapa kalangan tertentu saja.

Berikut beberapa kontra indikasi alias efek samping berbahaya dari adanya konsumsi berlebihan tumbuhan air Spirulina Platensis diantaranya :

■ Terjadinya gangguan fungsi ginjal

Sejumlah besar kandungan amonia diproduksi secara langsung dari dalam tubuh akibat protein dalam Spirulina dimetabolisme. Amonia untuk kemudian di ubah menjadi urea. Kandungan urea dan penekanan berlebihan dalam sistem kerja ginjal untuk mengeluarkannya kondisi penumpukan urea dalam darah dan akhirnya menjadikan kondisi batu ginjal.

■ Terjadinya risiko toksisitas logam berat

Varietas Spirulina yang diproduksi dibawah prosedur pengaturan olahan Spirulina untuk yang tidak terkontrol kerap memicu adanya beberapa zat sisa logam berat yang cukup banyak antara lain berupa merkuri, kadmium, arsenik dan timbal. Konsumsi tumbuhan air Spirulina Platensis berkepanjangan yang berasal dari sumber logam tidak baik mengakibatkan adanya kerusakan pada organ viseral, diantaranya organ ginjal dan hati.

Secara umum kalangan anak-anak lebih mudah mengalami risiko tinggi komplikasi buruk akibat keracunan logam berat dari Spirulina yang sudah terkontaminasi.

■ Memperparah Gejala Penyakit Autoimun

Penyakit auto imun ditandai oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan sehat tubuh juga secara umum ada di dalam diri individu. Radang sendi reaktif, vitiligo, diabetes tipe 2, multiple sclerosis, psoriasis dan anemia pernisiosa merupakan beberapa contoh penyakit auto imun. Ketika di konsumsi oleh individu yang mengalami salah satu penyakit tersebut, maka akan memicu faktor iritasi dan menjadikan adanya sistem imunitas yang lemah.

■ Interaksi Obat

Spirulina Platensis dapat meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh. Ini memicu ancaman interaksi obat, terutama dengan obat penekan sistem kekebalan tubuh. Spirulina dan obat penekan kekebalan tubuh bekerja dengan cara yang kontaradiktif.

■ Memperparah kondisi fenilketonuria

Fenilketonuria merupakan kelainan yang diperoleh secara genetis, dimana pasiennnya tidak mampu melakukan metabolisme asam amino berupa fenilalanin akibat kekurangan enzim yang dikenal dengan fenilalanin hidroksilase. Kondisi ini memperburuk resesif autosom yang menjadikan gen yang cacat masing-masing dari ibu dan ayah.

Kondisi gelaja pasien diantaranya perkembangan yang terlambat, kejang demam, hiperaktif dan kecacatan analitis. Tumbuhan air Spirulina Platensis mengandung senyawa fenilalanin cukup tinggi sehingga perlu adanya pembatasan yang sesuai dalam mengonsumsinya.

■ Memicu kondisi syok septik

Hal demikian sangat besar kemungkinan apabila tumbuhan air Spirulina Platensis kaya akan bakteri penghasil toksin. Toksin untuk bakteri yang dilepaskan ke dalam tubuh manusia, bisa menjadikan shock bakteri yang dikenal sebagai syok septik. Beberapa gejala umum terjadi berupa rhematoid arthritis, hipertensi dan multiple myeloma sangat rentan terhadap shock bakteri.

■ Risiko tumbuhan Spirulina pada ibu hamil dan ibu menyusui

Efek samping Spirulina pada kehamilan normal belum di kaji dan diperoleh penemuan secara gamblang. Akan tetapi karena bayi dan anak-anak balita sangat sensitif terhadap senyawa kontaminan termasuk pada Spirulina, maka akan berkaitan secara jelas hubungan gejala wanita hamil untuk tidak dianjurkan konsumsi Spirulina sama sekali secara berlebihan.

■ Terjadi gangguan dalam sistem pencernaan makanan

Mengonsumsi tumbuhan air Spirulian Platensis dapat memicu sintesis gas pencernaan dalam jumlah besar, mengakibatkan kram perut dan perut kembung tidak nyaman. Apabila mengonsumsi Spirulina untuk pertama kalinya, mungkin memang belum ada reaksi, tetapi apabila sering konsumsi rutin bisa menjadi awal beberapa gejala kontra indikasi pada sistem pencernaan.

■ Risiko mengakuisisi penyakit neuron motorik

Spirulina yang di produksi dalam sumber liar dan tidak terkendali mudah terkontaminasi zat-zat berbahaya baik dari danau, kolam, laut dan bersifat toksik. Varietas Spirulina menghasilkan racun dalam tubuh saat di konsumsi yang akhirnya menjadikan jalan penyakit motorik neuron. Beberapa diantaranya meliputi kejang otot, ucapan dan kata-kata berulang kali kacau tidak nyambung, terjadinya penurunan berat badan secara drastis akibat degenerasi otot. Komplikasi yang ditimbulkan dari penyakit neuron dan kejang mototik berupa cacat lumpuh.

Menurut hasil kajian ilmiah secara dijabarkan beberapa bentuk gejala akibat Kontra Indikasi Berbahaya Tumbuhan Air Spirulina Platensis berupa kondisi sebagai berikut :

■ Kerusakan hati

■ Gangguan dalam sistem pencernaan berupa sakit perut tidak tertahankan

■ Mual muntah

■ Kondisi fisik lemak dan dehidrasi

■ Merasa haus

■ Detak jantung begitu cepat

■ Shock bahkan bisa memicu keracunan

Selain itu wanita yang sedang hamil untuk sangat tidak dianjurkan sama sekali mengonsumi Spirulina Platensis karena bukan hanya anak-anak saja yang bisa memicu gejala tetapi wanita hamil pun tidak boleh. Ada pun jika hendak konsumsi haruslah berkonsultasi terlebih dahulu jika memang tidak ada bentuk pengobatan selain mengonsumsi tumbuhan air Spirulina Platensis.

Fakta nutrisi penting di dalam tumbuhan air Spirulina Platensis yang baik untuk menjaga kesehatan diantaranya :

  • Kalori
  • Protein
  • Serat makanan
  • Gula
  • Lemak
  • Lemak jenuh
  • Asam lemak omega 3
  • Asam lemak omega 6
  • Mineral
  • Tembaga
  • Zat besi
  • Mangan
  • Sodium
  • Magnesium
  • Kalium
  • Seng
  • Fosfor
  • Selenium
  • Vitamin
  • Riboflavin
  • Thiamin
  • Niacin
  • Asam pantotenat
  • Vitamin K
  • Vitamin E
  • Folat
  • Vitamin b6
  • Vitamin C
  • Vitamin A

Simak pula : Manfaat Spirulina Asli yang Baik untuk Kesehatan

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *