Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Khasiat Bekam Alfashdu Arab untuk Pembersih Pembuluh Darah Kotor

Khasiat Bekam Alfashdu Arab untuk Pembersih Pembuluh Darah Kotor

Akhir-akhir ini banyak sekali jenis pengobatan alternatif seperti halnya yang dilakukan melalui pengobatan terapi bekam. Terapi ini sudah ada semenjak zaman mesir kuno, cina dan timur tengah kala itu dipakai untuk pengobatan raja-raja yang memiliki penyakit.

Praktik terapi pengobatan tradisional semacam ini diperlukan keahlian khusus dalam menjalaninya, sebab salah-salah berakibat patal dan berbahaya untuk kesehatan penderita.

Ahli bekam yang sangat profesional senantiasa mempertimbangkan terlebih dahulu dari segi faktor fisik paling utama dimana kondisi seseorang yang kurang sehat seperti sedang lemah, kelelahan sangat tidak dianjurkan sama sekali.

Definisi terapi bekam merupakan terapi pengobatan tradisional yang pada saat terapi melakukan pengeluaran racun dengan bantuan alat tertentu bersamaan dengan keluarnya darah dari dalam tubuh.

Bekam juga terapi sangat membantu dalam mengurangi rasa sakit dan proses peradangan di seluruh tubuh serta membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks.

Terapi bekam diantaranya menggunakan pemanasan dan gelas sebagai alat pengeluaran darah bersama racun dan zat berbahaya dari dalam tubuh.

Setelah dipanasi, gelas dengan cepat ditempelkan langsung ke kulit untuk kemudian darah akan tersedot. Gelas penyedot tersebut dibiarkan untuk beberapa waktu sampai darah terlihat banyak di gelas.

Menurut sejarah pengobatan dan terapis cina bekam diyakini mampu merangsang energi alami yang ada di dalam tubuh, atau disebut chi. Hasil dari penyedotan dengan gelas panas inilah akan ada lingkaran warna merah seperti halnya di kerok.

Di dalam jenis terapi pengobatan bekam terdiri atas dua jenis diantaranya bekam kering dan bekam basah keduanya memanfaatkan ragam alat bantu penyedot yang sama. Diantara alat yang dimanfaatkan terbuat dari bambu, plastik, kaca dan tembikar.

Dari kedua jenis bekam yang disebut seperti bekam kering dan bekam basah memiliki kesamaan, hanya ada proses apa yang dilakukan sesudah melakukan bekam.

Penelitian-penelitian dan kajian ilmuan mengenai keberadaan terapi pengobatan bekam zaman dahulu ketika sejarah pengobatan china kuno menyebut alhijamah (dalam bahasa arab) sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk menggantikan alat kaca gelas kala itu.

Pada abad ke 18 (abad ke 13 Hijriah), orang orang Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk bekam (hijamah). Lebih dari 40 juta lintah diimpor ke negara Francis untuk tujuan terapi pengobatan hijamah atau bekam.

Puluhan ekor lintah dibuat lapar tanpa diberikan asupan makanan sehingga membuat lintah yang ditempelkan ke kulit manusia akan terus menghisapnya sampai kenyang dengan darah.

Seorang herbalis Ge Hong tabib china kuno (tahun 281-341 masehi) dalam bukunya yang diterjemahkan kedalam bahasa inggris berjudul A Handbook of Prescriptions for Emergencies menggunakan tanduk binatang untuk melakukan terapi bekam dalam mengeluarkan racun dalam tubuh yang disebut tekhnik “jiofa”.

Hippocrates (460-377 SM), Celsus (53 SM-7 M), Aulus Cornelius Galen (200-300 M) mempopulerkan cara pembuangan secara langsung darah kotor dari pembuluh darah untuk pengobatan di zamannya.

Ketika melakukan tekhnik terapi tradisional tersebut, jumlah dikeluarkan sangat melimpah sehingga tidak heran kala itu banyak penderita yang jatuh pingsan. Bekam juga sudah ada ketika zaman kekaisaran romawi kuno, dinasti byzantium dan kerajaan Italia yang dipopulerkan oleh para rahib yang mempercayai atas keberhasilan dan khasiat terapi bekam.

Terapi bekam sudah banyak diperkenalkan oleh bangsa-bangsa di dunia salah satunya di negara timur tengah seperti mesir dan arab. Orang arab lebih memanfaatkan terapi jika dibandingkan dengan ramuan dan sampai saat ini bekam arab yang dikenal sudah merambah ke mancanegara.

Bekam itu banyak nama salah satunya bekam alfashdu yang hampir memiliki kesamaan cara yaitu mengeluarkan darah kotor (racun) dari dalam tubuh namun terdapat perbedaan tekniknya.

Jika bekam adalah cara mengeluarkan darah kotor dan sumbatan-sumbatan aliran darah melalui pembuluh darah kapiler (pembuluh darah kecil) Sementara bekam arab al fashdu ini teknik pengeluaran racun dan darah di tubuh bersumber dari pembuluh darah vena (pembuluh darah besar).

Bekam alfashdu menurut bahasa yang berarti mengeluarkan darah di kulit. Terapi alfashdu secara istilah menggambarkan proses terapi mengeluarkan darah dari pembuluh darah vena (venesection) yang didalamnya terdapat sumbatan-sumbatan yang merugikan tubuh, dengan cara pengikatan dan pembukaan kecil pada kulit sehingga darah dalam pembuluh darah vena dapat terdorong keluar.

Bisa saja dikatakan bahwa bekam dan alfashdu itu suatu terapi akupuntur atau dalam istilahnya terapi totok. Karena pada prosedurnya itu menggunakan alat sebagai tempelan untuk terapi pengobatan dan akupuntur pun sama ada yang menggunakan alat.

Di kutip dalam kitab alhadits bukhori, Rosululloh SAW bersabda “Khoiro maa tadaa waitum bihil hijaamatu wal fashdu yang artinya ‘sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah hijamah dan fashdu (Hadits riwayat bukhori).

Khasiat terapi bekam al fashdu

Gambar ilustrasi Bekam Al Fashdu

Terapi pengobatan tradisional bekam al fashdu sangat berkhasiat dalam membantu mengurangi tingkat kadar kolesterol tinggi, asam urat, gula darah naik, darah tinggi, dan materi lain yang sangat berbahaya bercampur bersama aliran darah yang ada dalam sistem pembuluh darah.

Praktik bekam dan terapi al fashdu keduanya berbeda aplikasinya pada setiap zaman, tempat, umur dan kondisi badan. Negeri yang sangat panas, suhu yang sangat panas, waktu yang panas, yang mana kondisi orang itu sangat panas, maka bekam lebih baik ketimbang terapi al fashdu.

Disebabkan darah orang yang tinggal dilingkungan panas memungkinkan darah meluap dan mengalir keatas tubuh bagian bawah kulit sehingga proses bekam dalam mengeluarkan darah kotor cocok bila dibandingkan dengan al fashdu.

Menurut ahli herbal arab bahwa bekam lebih cocok pemanfaatan bagi anak-anak yang memiliki keluhan daripada al fashdu dan demikian pula untuk orang yang tidak kuat dan tahan dengan terapi al fashdu.

Adapun manfaat bekam diantaranya adalah membersihkan permukaan tubuh secara lebih baik dan berbeda dengan al fashdu.

Bekam al fashdu lebih efektif fungsinya dalam membersihkan bagian dalam tubuh. Sementara bekam mengeluarkan darah kotor dari bawah permukaan kulit.

Manfaat dari titik tempat yang biasa dilakukan dalam praktik al fashdu terhadap tubuh manusia diantaranya sebagai berikut :

1. Pada urat al-ak-hal (pembuluh darah vena di tengah (hasta) tempat di suntik (medial arm vein/vena cubiti mediana) bermanfaat bagi penyakit otot leher dan tulang rusuk bagian bawah dekat perut.

Hasta adalah ukuran jarak antara ujung siku lengan sampai ujung jari tengah tangan pada lengan yang sama.

2. Pada urat al qiifal diatas (hasta) maka sangat bermanfaat bagi orang yang mimisan dan panas dalam.

3. Pada bagian urat (pembuluh darah) vena basilic (pembuluh darah vena sambungan dari vena cubiti mediana) di bawahnya terdapat al-ak-hal sangat berkhasiat dalam pengobatan liver atau limfa.

4. Dibagian titik urat basilic bagian dalam sangat difungsikan terapinya sebagai penyembuhan penyakit paru-paru dan sesak napas.

5. Pada titik urat dahi sangat bermanfaat mencegah dan mengurangi gejala sakit kepala sebelah, sakit kepala berat, serta sakit kepala bagian belakang dan gangguan kesehatan mata.

6. Di titik urat pelipis sangat bermanfaat bagi pencegahan jerawat dan penyakit borok pada kepala dan sekit kepala sebelah.

7. Di bawah lidah ini sangat bermanfaat bagi kulit kepala.

8. Titik terapi urat yang ada pada sudut kelopak mata luar (dekat pelipis) dilakukan sebab sakit mata yang terjadi akibat gatal mata dan radang mata.

9. Pada urat telinga sangat bermanfaat bagi sakit mata dan luka bakar yang terdapat di kedua pipi, juga sariawan di bibir, gatal-gatal, bintik-bintik di hidung.

10. Al fashdu di bawah lidah itu berkhasiat untuk pengobatan radang tenggorokan jika berlangsung cukup lama.

11. Al fashdu dibagian tengkuk bermanfaat bagi rasa sakit di kepala dan juga bagi sumbatan yang terjadi akibat banyaknya darah (menggumpal).

12. Titik selanjutnya di bagian urat kedua kaki dan urat di bagian dalam lutut bermanfaat bagi rasa sakit ginjal dan juga peradangan ginjal.

13. Kegiatan terapi al fashdu di bagian urat vena sepanjang sendi pinggul berkhasiat bagi sakit kedua pangkal paha. Sementara al fashdu di urat-urat kedua punggung telapak kaki bermanfaat bagi sakit pegal dan nyeri pinggang.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.