Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Ibu Hamil Terlanjur Makan Pare, Apa Akibatnya ? Bahayakah ?

Manfaat Sayuran Pare dan Efek Buruk Jika Di Konsumsi Berlebihan

Jika pernah diantara kalangan wanita terutama ibu ibu hamil terlanjur makan pare, apa akibatnya ? bahayakah ? atau tidak sama sekali hal itu memang perlu diuraikan, terlebih agar bisa memastikan alasan secara uji klinis dan analisa kesehatan para ahli

Sayuran hijau yang pahit terasa ini jika dimakan langsung mentah ternyata boleh saja di konsumsi dan bisa tidak sama sekali bagi kalangan tertentu.

Peria atau pare merupakan tumbuhan menjulur rambat yang berasal tumbuh di daratan Asia Tropis, tepatnya India bagian barat, tepatnya daerah Assam dan Burma. Tergolong pada keluarga suku labu-labuan atau Cucurbitaceae ini biasa dibudidayakan untuk kebutuhan sayuran pangan dan bahan campuran obat.

Pare, manfaatnya sudah sangat banyak sekali di negara-negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea dan negeri Cina memanfaatkan sayuran ini bukan sekedar untuk bahan masakan saja. Melainkan sebagai pengobatan tradisional, antara lain sebagai obat gangguan pencernaan, minuman penambah stamina, obat pencahar dan perangsang agar tidak muntah.

Kemudian manfaat lainnya dari sayuran pare untuk merangsang nafsu makan, maka jangan salah jika pare cocok diberikan kepada anak yang enggan sekali menyantap hidangan. Bisa sebagai obat malaria, penyembuh obat sakit kuning dan melancarkan sistem pencernaan.

Pare sekarang ini sudah banyak yang diproduksi dalam bentuk bahan campuran jamu kedalam bentuk kapsul sebagai obat herbal.

Beberapa Manfaat Pengobatan yang Mampu Pare Sumbangkan Bagi Manusia

Buah pare mengandung sejumlah unsur kimia pengobatan seperti albuminoid, karbohidrat dan pigmen. Sementara daun pare memiliki unsur momordisina, momordina, carantina, resin, dan minyak essensial. Berkaitan dengan akar tumbuhan peria atau pare terdapat kandungan asam momordial, asam oleanolat,

Lalu bijinya pun tidak kalah menarik dari manfaatnya yang mengandung saponin, alkaloid, triterpenoid, asam momordial. Tidak hanya itu, pare pun mengandung beta karotena 2 kali lebih besar daripada brokoli sehingga baik untuk mencegah timbulnya penyakit kanker dan mengurangi risiko terkena serangan jantung ataupun infeksi virus.

Daun peria sangat cocok digunakan untuk menyembuhkan diare bayi, membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan, menurunkan demam, mengeluarkan cacing kremi, serta dapat menyembuhkan batuk.

Sebelum membahas uraian tentang efek samping sayuran pare khususnya bagi ibu hamil, maka agar bisa tahu lebih jauh lagi dibawah ini terdapat manfaat konsumsi sayuran pare untuk kesehatan.

Fakta Nutrisi Sayuran Peria (Pare) Si Pahit Rasanya Tapi Berkhasiat

100 Gram Peria/Pare Terdapat Kandungan Nilai Gizi Lengkap

Gizi Jumlah
Kalori 17 kcal
Karbohidrat 3,7 g
Protein 1 gr
Serat 2,8 g
Lemak 0,17 gram
Vitamin
Asam folat 72 mcg
Asam pantotenat 0,212 mg
Niasin 0,400 mg
Riboflavin 0,040 mg
Piridoksin 0,043 mg
Thiamin 0,040 mg
Vitamin A 471IU
Vitamin C 84 mg
Elektrolit
Kalium 296 mg
Sodium 5 mg
Mineral
Kalsium 19 mg
Zat besi 0,43 mg
Magnesium 17 mg
Zinc (seng) 0,80 mg
Mangan 0,089

g = gram, mg= miligram mcg = mikrogram

Sudah terlihat diatas tabel nutrisi jumlah zat gizi yang manfaatnya bisa digunakan dalam mencukupi kebutuhan gizi harian. Sebagai sayuran yang mempunyai banyak nutrisi vitamin, mineral dan antioksidan kuat. Budidaya terkenal diantaranya sekarang ini sebagai bahan obat tradisional .

Apa yang menyebabkan sayuran pare ini dijadikan sebagai obat tradisional?

Kandungan lain dalam buah pare seperti diantaranya vitamin C, A, E, B1, B2, B3 dan B9 mineral utuh dan diperlukan baik berupa kalium, kalsium, seng, magnesium, fosfor, zat besi antioksidan seperti fenol, flavonoid dan lainnya.

Manfaat sayuran peria (pare) untuk menurunkan gula darah tinggi (diabetes)

Sayuran hijau pare akhir-akhir ini sering diperbicangkan mengenai manfaatnya yang bisa untuk kalangan penderita diabetes. Hal ini sejatinya perlu dilakukan penelitian lebih mendalam lagi, terutama pare yang berkhasiat sebagai pengobatan alami.

Sifat yang bertindak sebagai insulin itu membantu membawa glukosa ke dalam sel untuk dijadikan energi. Konsumsi pare dapat membantu sel-sel menggunakan glukosa dan memindahkannya ke hati, otot, dan lemak. Sayuran pare dapat membantu tubuh untuk bisa mempertahankan nutrisi dengan menghalangi konversi menjadi glukosa yang berakhir di aliran darah.

Keefektifannya terus berlanjut dari sayuran pare itu, yang mana mampu mencegah diabetes gestasional pada kalangan wanita hamil dengan sifat antidiabetes sebagai sayuran yang kaya akan nutrisi charantin dan polipeptida p yang menyeimbangkan kadar gula darah.

Manfaat yang ditawarkan sayuran pare sangat perlu dibatasi meskipun sangat tinggi sekali manfaat kesehatan yang mendukung proses penyembuhan berbagai jenis masalah kesehatan.

Sayuran pare mendukung perkembangan saraf pada janin yang mendukung sejumlah besar asam folat karena dibutuhkan untuk pengembangan tulang belakang dan saraf bagi bayi. Asam folat mampu meminimalkan risiko cacat tabung saraf

Membantu melancarkan sistem pencernaan sering terjadi ketika sedang hamil karena itu diakibatkan perubahan hormon dan rahim yang meluas. Pare terdapat kandungan serat cukup tinggi yang bisa merangsang sistem pencernaan dan mengurangi masalah sembelit saat hamil atau gangguan pencernaan lainnya.

Selama dalam masa kehamilan seorang wanita sistem imunitas tubuh wanita menjadi lemah, pare dapat meningaktkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sumber penyakit.

Adanya unsur-unsur nutrisi yang baik terutama seng, zat besi, niasin, potasium, asam pantotenat, magnesium, mangan dan pyridoxine yang semuanya dibutuhkan sekali bagi pertumbuhan dan perkembang janin di dalam rahim.

Serat didalam sayuran pare bisa mengekang rasa lapar untuk sementara waktu sehingga cocok untuk diet wanita hamil agar tidak merasa bobot berat sesungguhnya.

Kandungan serat pada pare bisa mencegah sembelit dan wasir, maka tidak heran jika serat pare berguna untuk melancarkan pembuangan dan mencegah terjadinya wasir saat hamil.

Folat merupakan kebutuhan vital untuk kalangan wanita hamil. Mineral sangat penting tersebut membantu memelihara bayi baru lahir dari risiko kemungkinan cacat tabung saraf. Pare mengandung 1/4 dari kebutuhan mineral folat harian pada wanita hamil sehingga sangat cocok.

Adanya kandungan vitamin C paling tinggi yang merupakan antioksidan dapat membantu ibu hamil melawan infeksi bakteri, virus, jamur. Demikian juga membantu dalam membangun sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik.

Sayuran hijau pare membantu untuk mendukung gerakan peristaltik yang nantinya kendali usus dan sistem pencernaan itu hamil agar lancar

Walau bagaimana pun sayuran hijau pare kadang-kadang pada beberapa kalangan wanita mengandung bisa menyebabkan pendarahan rahim dan efek samping lainnya selama masa kehamilan atau sedang menyusui.

Pare apabila dikonsumsi pertama kalinya dapat mengakibatkan kram di perut, gastritis, dan penyakit terkait perut lainnya. Perlu adanya pertimbangan baik atau buruk sebelum mencoba konsumsi pare ketika sedang hamil apapun itu jenis makanannya perlu dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pakar medis.

Pembatasan konsumsi pare terhadap wanita yang sedang hamil itu didasarkan atas laporan medis yang mana terdapat efek samping setelah mengonsumsi pare. Beberapa komplikasi dan risiko buruk yang bisa saja terjadi pada sebagian kalangan wanita hamil meliputi :

  • Pemicu keracunan pare terdiri dari komponen alkali seperti resin, quinine, glikosida saponik dan morodis. Zat-zat tersebut menyebarkan toksisitas dalam tubuh manusia.
  • Dari efek buruk tersebut bisa saja timbul sakit perut, mual, masalah penglihatan, muntah, kemerahan pada wajah, diare, air liur berlebihan, kelemahan otot dan sebagainya.
  • Terkadang pare sangat memicu reaksi keracunan karena mengandung hepatotoxins yang bisa mengakibatkan keracunan pada sebagian besar kalangan wanita hamil.
  • Pare dengan kandungan hepatotoxin secara tidak langsung bisa merusak organ hati. Konsumsi jangka panjang pare dapat meningkatkan enzim hati dan memproduksi keluhan penyakit bernama aterosklerosis (pengerasan arteri).
  • Dapat mengakibatkan gangguan pencernaan bilamana konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kembung, diare, kram perut dan sebagian besar orang ada yang sensitif terhadap biji pare tersebut.
  • Memicu keguguran pada wanita yang sedang mengandung itu bisa saja terjadi, sebab pare yang dikonsumsi dalam jumlah sangat berlebihan dapat¬† mengakibatkan kontraksi lalu menyebabkan emmenagugue (peningakatan aliran darah menstruasi berlebihan serta efek keguguran.
  • Penyebab sensitivitas pada beberapa biji pare sebab didalamnya terkandung vicine yang bisa memicu gejala favisme pada sebagian kalangan orang. Biji pare ternyata memicu racun bagi yang sistem kekebalan tubuhnya yang lemah dan ibu hamil.
  • Favisme (kondisi yang mengakibatkan anemia).
  • Jika berpadu dengan jenis obat lainnya terutama obat medis dapat mengubah efek positifnya menjadi lebih buruk.
  • Pare pun dapat mengakibatkan beberapa aktivitas uterus yang mengganggu dan bisa memicu persalinan premature pada sebagian besar wanita hamil.
  • Meski pun dari fungsi yang ternyata bisa untuk menurunkan gula darah, tapi itu tidak menutup kemungkinan bisa berakibat pada penurunan gula darah secara derastis dan hal itu sangat tidak baik untuk keseimbangan gula darah.
  • Sebuah penelitian pada tahun 2010 diterbitkan dalam jurnal “The Annals Of Saudi Medicine” mengungkapkan sesuatu yang baru dari analisnya itu. Pare bisa mengakibatkan platelet jantung membentuk gumpalan di arteri dan memicu gejala terkait stroke hingga serangan jantung.
  • Bagi kalangan lanjut usia dan wanita hamil perlu berhati-hati sebelum mencoba konsumsi pare karena terdapat laporan yang menyebutkan bahwa terjadinya koma hipoglikemik karena dosis insulin suntik yang berlebihan dari tes uji asupan pare.

Gambaran penjelasan dari poin-poin tersebut mungkin semuanya efek samping dari pare yang bisa saja terjadi terutama pada kalangan wanita hamil. Tapi, hal itu bisa saja mungkin tidak akan terjadi sama sekali kepada yang kondisinya sehat-sehat saja.

Membutuhkan banyak hal dan saran dari dokter jika itu yang terbaik untuk kesehatan janin yang dikandung atau bagi si ibu yang sedang mengandung.

Kutipan referensi oleh : 

  • https://www.stylecraze.com/articles/side-effects-of-bitter-gourd/#gref

  • https://www.healthline.com/health/diabetes/bitter-melon-and-diabetes#takeaway

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.