Edisi Terbatas Khusus Untuk Hari Bisa Kirim Barang Dulu Transfer Setelah Barang Diterima

Klik Dibawah

 

Diabetes Insipidus Terjadi Karena Adanya Gangguan Pada Produksi Hormon

Apa yang dinamakan dengan penyakit diabetes inpisidus ?

Dalam ranah dunia disiplin ilmu kedokteran bahwa diabetes inpisidus dapat terjadi saat otak memproduksi kekurangan atau tidak ada sama sekali hormon anti-diuretik. Terjadinya penyakit diabetes diakibatkan adanya permasalah cukup mengganggu pada hormon anti diuretik yang mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon antidiuretik ini diproduksi pada hipotalamus dari jaringan khusus bagian otak.

Hormon inilah kemudian di simpan oleh kelenjar pituari sesudah diproduksi oleh hipotalamus. Kelenjar pituari akan mengeluarkan hormon anti diuretik ketika kadar air dalam tubuh terlalu rendah. Antidiuretik berarti bersifat berlawanan dengan diuresis yang berarti produksi urine.

Hormon antidiuretik ini yang di kenal sebagai vasopressin diproduksi di bagian hipotalamus otak dan kemudian disekresikan oleh kelenjar pituari ke dalam aliran darah di dasar otak. Hormon antidiuretik dibutuhkan cukup dalam menghentikan organ ginjal menghasilkan cairan urine terlalu berlebihan.

Mengenai penyakit diabetes itu sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis dan nama lainnya secara medis antara lain :

Diabetes inpisidus kranial. Diabetes inpisidus dalam jenis ini tergolong paling banyak terjadi. Diakibatkan tubuh tidak memiliki cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus. Kondisi tersebut dapat diakibatkan adanya kerusakan di bagian hipotalamus dan kelenjar pituari. Gangguan yang muncul dapat diakibatkan oleh pengaruh faktor infeksi, riwayat tindakan operasi, bedah saraf, cedera di bagian otak dan tumor otak pun bisa saja terjadi.

Kondisi tersebut mengakibatkan penyebaran melalui tubuh (disebut sebagai infiltrasi) diantaranya hemokromatosis dan sarkoidosis, infeksi seperti tuberkulosis serta cacar genetik (sangat jarang terjadi).

Gestational diabetes inpisidus merupakan terjadi pada masa kehamilan dan secara umum karena enzim yantg dihasilkan dari plasenta memecah hormon antidiuretik.

Diabetes inpisidus nefrogenik. Diabetes ini terjadi saat tubuh memiliki hormon antidiuretik yang cukup dalam mengatur produksi urine, namun organ ginjal tidak dapat merespons sama sekali terhadapnya. Keadaan demikian menjadikan kerusakan fungsi organ ginjal dan faktor pengaruh keturunan.

Diabetes inpisidus nefrogenik merupakan kelainan langka ketika organ ginjal tidak dapat berkonsentrasi urine. Secara umum terhadap beberapa kasus pengidap jenis diabetes ini tubuh menyeimbangkan cairan yang sudah diminum dalam tubuh dengan kadar jumlah urine yang dikeluarkan. Akan tetapi diabetes inpisidus nefrogenik ini memproduksi cairan urine secara banyak dan disebut keadaan gejala poliuria  dengan rasa dahaga tidak tertahankan.

Penyakit diabetes inpisidus nefrogenik terjadi ketika tidak seimbang cairan dalam tubuh dengan eksresi (pengeluaran) urine. Prihal penyakit ini berakibat patal dengan gejala dehidrasi. Sebenarnya diabetes inpisidus nefrogenik tidak ada erat kaitannya dengan diabetes melitus tipe 1 dan 2.

Penyakit diabetes inpisidus nefrogenik dapat terjadi pada semua kalangan usia termasuk kalangan bayi dan balita sekali pun. Bayi tentu sangat mudah terserang, tetapi gejalanya dapat menyerupai banyak kelainan. Lambat laut pertambahan usia anak, gejala tersebut semakin lama semakin mudah untuk dikenali.

Gejala diabetes inpisidus nefrogenik yang terjadi pada bayi antara lain :

■ Popok bayi akan basah berlebihan

■ Bayi mengalami muntah berat

■ Adanya gejala demam tinggi berulang kali.

Ada pun gejala ketika usia lebih dari 5 tahun untuk kasus diabetes inpisidus nefrogenik diantaranya sebagai berikut :

■ Sukar dalam menjalani latihan dan pemahaman pergi ke toilet karena sudah berkemih sebelumnya.

■ Adanya gejala masalah pada mental anak

Kemudian untuk selanjutnya gejala bertambah seiring berjalannya usia pada remaja :

■ Intensitas buang air kecil menjadi berlebihan dan sering ngompol sembarangan.

■ Tertidur sangat pulas akibat kelelahan dan dehidrasi penyebabnya terlalu sering buang air kecil di malam hari.

■ Berat badan menjadi kurus akibat kelebihan asupan air dibandingkan dengan nutrisi dari makanan.

Gejala yang paling umum terjadi pada orang dewasa termasuk manula dengan kondisi diabetes inpisidus nefrogenik yaitu :

■ Selalu merasakan dahaga secara berlebihan

■ Selalu buang air kecil atau ngompol ketika malam hari secara berlebihan dan sering.

■ Gejala jarang terjadi meliputi syok hipovolemik dan kejang hipernatremik.

Syok hipovolemik dapat terjadi akibat jika dehidrasi berat berdampak pada tidak cukup kadar darah supaya jantung memompa sebagaimana mestinya.

Kejang hypernatremik bisa muncul akibat kadar natrium yang sangat tinggi dalam darah karena kekurangan air dalam tubuh. Kondisi semacam tersebut dapat menyebabkan kehilangan nyawa apabila tidak memperoleh penanganan secara intensif.

Beberapa faktor penyebab penyakit diabetes inpisidus merupakan produksi antidiuretik yang berkurang atau saat ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Dampak yang ditimbulkan ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak dapat memproduksi urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi semacam ini akan senantiasa dirinya merasakan haus teramat sangat dan minum lebih banyak sebab berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang dalam tubuh.

Keseimbangan antara asupan cairan dan eksresi urine dalam tubuh diatur oleh hormon yang dikenal dengan hormon antidiuretik. Apabila asupan cairan tubuh rendah sekali, tingkat antidiuretik tubuh meningkat dan memberikan sinyal pada ginjal supaya membuat lebih sedikit air kencing. Di sisi lain, saat asupan cairan tubuh cukup tinggi, tingkat hormon antidiuretik rendah dan mengakibatkan ginjal memproduksi lebih banyak air kencing. Limbah dan kelebihan air dalam darah disaring melalui ginjal yang selanjutnya menyimpan limbah cair alias urine di dalam kandung kemih untuk proses pembuangan atau eksresi.

Apabila anda memiliki gejala seperti merasa haus dan buang air kecil melebihi batas kewajaran itu bisa saja termasuk pada gejala diabetes inpisidus. Hal yang mesti dilakukan segera melakukan konsultasi terhadap ahli medis. Besar kemungkinan hal yang alami bisa saja tidak termasuk pada diabetes inpisidus, namun akan lebih baik jika segara berkonsultasi telebih dahulu supaya diketahui dengan pasti penyebab keluhan kesehatan tersebut.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *