Edisi Terbatas Khusus Untuk Hari Bisa Kirim Barang Dulu Transfer Bayar Setelah Barang Diterima

Klik =>>> GO-SEND GRAB

   

Cara Agar ASI Keluar Lancar dan Banyak Setelah Melahirkan

Apakah ada pengganti air susu ibu untuk bayinya yang baru lahir ?

Ya, tentu jawaban seperti ini tidak semua menjawab ada, sebab satu satunya ASI merupakan sumber nutrisi alamiah yang harus diberikan kepada si buah hati yang masih kecil.

ASI (Air Susu Ibu) merupakan nutrisi yang terbaik untuk si buah hati, Namun kenyataannya, sebagian besar ibu mungkin mengalami penurunan produksi ASI. Dengan memahami beragam faktor penyebab berkurang bisa membantu mengatasi persoalan semacam ini.

Bayi yang baru lahir terlihat lemas dan rewel menangis, tentu sudah tahu jika dirinya merasakan haus dan lapar. Pendekatan pertama di muka bumi ini tidak ada yang lain. maka bayi supaya bisa mencukupi kebutuhan nutrisi dirinya adalah dengan ASI bunda.

ASI adalah sumber nutrisi penting tidak dapat terkira harganya, sebab hanya ada satu-satunya yang mampu membuat anak tumbuh mau pun berkembang sebagaimana bayi yang lain. Walau demikian, terdapat sebagian kecil kalangan wanita yang tidak mampu memberikan ASI untuk bayinya sendiri.

Dalam membantu mengatasi ASI yang tidak dapat keluar lancar atau bahkan tidak banyak, para ibu umumnya memilih pengganti ASI menjadi susu formula bayi. Sebenarnya susu formula tidak bisa menggantikan nutrisi yang ada pada ASI bunda.

ASI adalah sumber makanan yang mengandung zat antibodi dengan manfaat meninkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi. Selain itu, ASI sangat mudah di cerna oleh tubuh si bayi dibanding dengan susu formula.

Faktor tidak keluarnya ASI bunda, bukan berarti menjadi suatu masalah besar, sebab segala sesuatu jika diiringi dengan usaha tentu akan membuahkan hasil tergantung kadar besar kecilnya.

Ketidakmampuan seorang wanita dalam memberikan ASI bagi buah hatinya bisa saja ada berbagai faktor yang mempengaruhi. Beberapa diantara faktor-faktor berikut yang membuat wanita tidak subur dan tidak bisa memproduksi ASI untuk bayi yang baru dilahirkannya yakni :

Beberapa hari pertama setelah melahirkan, payudara bunda akan memproduksi apa yang dinamakan dengan “susu pertama” yang sangat ideal. Dan ini biasanya di kenal sebagai kolostrum, kolostrum bertekstur tebal, kekuningan dan sedikit tetapi ada banyak cukup nutrisi lengkap bagi bayi.

Dengan adanya susu pertama yang di buat ibu alias kolostrum bisa membantu saluran pencernaan bayi yang baru lahir, mengembangkan dan mempersiapkan untuk nantinya bayi bisa mencerna nutrisi ASI.

Penyebab ASI tidak lancar dan keluar sedikit

Kendati pun bukan semudah yang bunda kira untuk bisa melancarkan ASI, sebab sebagian besar wanita mengalami beberapa rasa tidak nyaman menyusui dan lebih banyak masalah hambatan di saat ingin sekali menyusui bayinya antara lain :

  • Kondisi yang mungkin mempengaruhi saat hendak menyusui bayi berupa pembesaran payudara

Pasca persalinan payudara seorang wanita mengalami pengerasan seolah olah pasokan air susu bagi si bayi beranjak naik. Saking begitu keras dan besar payudara bunda, hampir tidak mampu mengangkat lengan sama sekali.

Solusinya adalah pengerasan dalam kurun waktu sebentar ini bisa hilang dengan sendirinya. Rasa tidak nyaman dan tidak keluarnya ASI bisa menggunakan kompres air hangat sebelum menyusui dan kompres air dingin setelahnya. Memanfaatkan bra khusus menyusui yang pas dan mencoba memijat sendiri payudara bunda saat sebelum menyusui.

  • Faktor yang memperburuk akibat ASI kurang lancar keluarnya termasuk bocor aliran ASI payudara

Masalah bocor, menetes dan menyemprotkan ASI dari payudara sering terjadi pada sebagian besar wanita yang beberapa minggu habis melahirkan anaknya. Disebabkan siklus pasokan dan permintaan susu ibu bangkit dan berjalan terus.

  • Mastitis

Adanya masalah infeksi payudara pada seorang wanita sering terjadi saat bakteri, yang disinggahi dalam mulut bayi, masuk ke celah puting ibu atau langsung ke saluran ASI bunda. Reaksi infeksi biasanya akan kemungkinan menyerang dalam 6 minggu pertama, meninggalkan rasa sakit luar biasa dan gejala kondisi lain berupa demam, flu dan kelelahan fisik.

Penanganan yang diberikan dokter untuk infeksi payudara dengan jalan pemberian antibiotik yang tentunya membuat lebih baik dengan cepat.

  • Masalah pencarian pertama puting payudara bunda

Masalah ini bisa dilakukan jika belum sama sekali mengetahui dengan seorang ahli, terutama demi meningkatkan produksi ASI dan membuat bayi memperoleh nutrisi yang baik.

Berlatih terkadang sangat kesulitan bagi seorang bayi namun bisa diberikan solusi oleh seorang ahli. Masuk ke posisi menyusui yang tepat, kemudian kompres areola diantra jari-jari bunda. Pipi bayi yang menggelitik mampu merangsang refleks rooting yang membuat celah puting terbuka. Seketika itu, mulut bayi harus menutup puting bunda dan dagu bayi termasuk hidung harus bersentuhan dengan payudara.

  • Kondisi mulut bayi

Kelainan anatomi mulut bayi termasuk rentang gerak terbatas dan kelainan rahang bisa membuat bayi kesulitan dalam mendapatkan ASI.

Menurut ahli jika adanya kelainan atau penyakit pada rongga mulut bayi yang memerlukan ASI sepenuhnya tentu melakukan tindak prosedur operasi untuk bayi. Agar nantinya dokter bisa mengetahui sejauh mana bayi bisa memperoleh ASI dari ibunya dan dibantu secara tepat oleh konsultan laktasi.

  • Pasokan persediaan ASI yang tidak sepenuhnya banyak

Payudara seorang wanita tidak bisa ditebak seberapa besar produksi ASI yang dimilikinya. Maka termasuk pemberian asupan makanan bagi sang bunda pun harus tercukupi dan hal itu sangat berpengaruh langsung pada produktivitas ASI.

  • Puting datar dan tidak keluar bisa menjadi tidak lancarnya dari keluar ASI

Pada dasarnya kebanyakan puting payudara wanita menonjol keluar, sebagai bentuk ideal untuk bayi dan mulutnya. Akan tetapi, beberapa puting wanita ada yang yang datar dalam arti tidak menonjol keluar membuat bayi merasa sulit tapi masih bisa menyusui bayi.

Solusi yang secara sederhana memiliki puting susu yang datar dan tidak menonjol membuat bayi kesulitan, kompreslah terlebih dahulu puting payudara saat sedang menyusui dan sebelumnya.

  • Mempunyai puting susu yang terasa sakit dan terasa terbakar

Masalah sakit, puting luka sayangnya selalu memanfaatkan perawat khusus oleh ahlinya. Biasanya sebagian besar bunda ada yang sensitif ketika bayi menghisapnya dan itu dikarenakan posisi bayi yang tidak tepat.

Sementara itu, jika kondisi puting payudara berwarna merah jambu, terbakar, bahkan berkerak mungkin diakibatkan adanya infeki jamur pada payudara sekitar puting.

Pastikan posisi menyusui benar bagi bayi anda dan menempel pada puting dan areola. Setelah menyusui bayi, biasakan melepaskan bra dan mengoleskan krim lotion khusus payudara untuk mencegah pertumbuhan infeksi yang direkomendarikan oleh pakar laktasi.

Berbagai penyebab ASI tidak bisa keluar lancar dan tidak banyak

Faktor berkurangnya produksi ASI bunda bisa dilihat dari berkurangnya aliran ASI yang keluar saat memerah ASI untuk disimpan, bayi terlihat masih lapar ketika sudah disusui, atau berat badan bayi yang tidak kunjung meningkat.

Ada sebagian pernyataan bahwa tidak semua penurunan produksi ASI diakibatkan kasus payudara wanita, melainkan karena teknik menyusui yang tidak sesuai.

Diantara penyebab ASI tidak lancar keluar dan mengakibatkan produksi ASI tidak banyak ada beberapa faktor lainnya selain faktor diatas tadi. Faktor-faktor penyebab itu adalah :

  • Sudah sering menunda lama untuk memulai menyusui anaknya.
  • Alergi terhadap beberapa jenis obat obatan.
  • Mempunyai riwayat keluhan diabetes.
  • Mempunyai riwayat operasi di payudara.
  • Mengalami tekanan darah tinggi ketika hamil dan saat melahikan.
  • Bayi lahir secara premature.
  • Perdarahan pasca persalinan.
  • Menjalani program KB.
  • Masalah gangguan hormon

Kekurangan asupan ASI pada bayi berakibat pada berat badan bayi sulit bertambah sesuai usia. Dengan demikian membuat tumbuh kembang bayi menjadi tidak sehat bahkan bayi kurang gizi.

Cara cara sederhana dan sedikit dalam membantu melancarkan ASI bunda agar banyak

Bunda tidak mesti menjadikan masalah kurang lancar keluarnya ASI, jika memang masih ada cara yang dibutuhkan dalam meningkatkan produktivitas ASI bagi sang bayi baik di bantu tenaga ahli profesional sekali pun atau dari diri sendiri langsung.

Ada beberapa cara sederhana ini untuk membantu dalam hal melancarkan aliran ASI keluar dari puting sang bunda kepada mulut bayinya yakni sebagai berikut :

  1. Perbanyak menyusui setelah persalinan, setidaknya setiap 2-3 jam atau antara 8-12 kali dalam sehari.
  2. Memperhatikan posisi bunda dan bayi saat sedang menyusui. Posisi yang salah antara keduanya tentu akan membuat bayi akan sulit memperoleh ASI yang diinginkannya.
  3. Tidak diperbolehkan menyusui melalui botol sampai usia 3 minggu pasca persalinan. Penggunaan botol saat menyusui dapat membuat produksi ASI dan waktu produksi ASI tergganggu.
  4. Supaya produksi ASI tetap terjaga, usahakan untuk selalu memompa ASI dan menyimpannya di lemari es ketika sedang tidak menyusui.
  5. Hindari konsumsi alkohol dan merokok setelah melahirkan, sebab kedua hal tersebut akan mengakibatkan produksi ASI menjadi berkurang.
  6. Konsultasikan pada dokter untuk memperoleh perawatan dan bantuan khusus berupa misalnya diberikan obat untuk melancarkan produktivititas ASI bunda.
  7. Setelah memahami faktor-faktor penyebab ASI berkurang, bunda bisa mencari cara agar mengatasinya baik dengan mencari sumber referensi, perawatan medis hingga asupan suplemen dan makanan yang bisa menyuburkan ASI (Air Susu Ibu).

Suplemen Jinten Hitam Habbatussauda membantu melancarkan produktivitas ASI ibu yang ingin menyusui

Kajian literatur islam, biji jinten hitam habbatussauda dikenal sebagai “obat untuk segala sesuatu baik luar mau pun dalam tubuh terkecuali kematian beda lagi.”

Ramuan tradisional ini telah diambil manfaat selama berabad-abad lamanya untuk menjaga kesehatan dan obat sebagai terapis baik dengan cara dioleskan langsung atau diambil untuk di minum.

Menurut hasil kajian para ahli, jika jinten hitam Habbatussauda diberikan untuk ibu menyusui, maka sangat berpengaruh dalam meningkatkan produksi ASI bunda.

Apabila bunda mempunyai keluhan terkait dengan pasokan Air Susu Ibu (ASI) bagi si buah hati khususnya penyakit resistensi insulin anda diharuskan untuk mencoba ramuan tradisional ala Timur Tengah yang satu ini.

Meskipun kenyataannya belum terpaut dengan jelas dan kesaksian yang mencukupi, bahwasanya ternyata jinten hitam habbatussauda dari ekstrak minyak essensial mengandung berbagai macam terpene, thymoquinone, unsur beta dan banyak kandungan pengobatan lainnya.

Di India, Timur Tengah dan Iran sudah banyak yang menggunakan ramuan alami ini dalam menyuburkan ASI para wanita. Dimanfaatkan sebagai galactogogue yakni subtansi dalam membantu melancarkan ASI.

Bukan hanya digunakan secara diminum saja, dengan cara lain seperti terapi topikal dioleskan bisa menjadi penyembuhan yang aman untuk kulit sekitar payudara wanita.

Lebih dari 158 ibu di Iran yang melaporkan kesulitan dalam menyusui anaknya tetapi berkat campuran bahan-bahan turun temurun yang dimaksudkan salah satunya habbatussauda ternyata menjadi pilihan yang tepat dalam mengatasinya.

Manfaat jinten hitam habbatussauda diantaranya bisa meningkatkan suplai air susu ibu (ASI), memperkuat sistem kekebalan tubuh ibu. Minyak esensial habbatussauda bisa menutrisi untuk kulit dan perlindungan dari infeksi bakteri, jamur, dan virus dengan cara dioleskan.

Keunggulan jinten hitam habbatussauda bisa menekan terjadinya pertumbuhan sel kanker payudara wanita. Baik dalam membersihkan bekas luka atau infeksi di kulit puting payudara bunda.

Berkaitan dengan manfaat jinten hitam habbatussauda kami merekomendasikan produk perawatan herbal dalam membantu melancarkan ASI bunda yaitu Walatra Habbaza Softgel isi 100-200 butiran softgel asli dengan jinten hitam habbatussauda dan perpaduan minyak zaitun.

Walatra Habbaza Softgel Melalui Proses Teknology Robotik Nano Ultra yang sangat canggih dan jarang ditemui di industri herbal manapun serta telah teregistrasi Balai POM (Pengawas Obat dan Makanan) RI.

INGIN BELI PRODUKNYA, SILAHKAN KLIK/TEKAN
“PESAN SEKARANG”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.